kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Sudah 75% mantan pengemudi Uber bermigrasi ke Grab Indonesia


Jumat, 06 April 2018 / 18:02 WIB
ILUSTRASI. Helm ojek online Uber dan Grab


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca Grab mengumumkan akuisisi Uber di kawasan Asia Tenggara, hingga kini sudah ada 75% mitra pengemudi Uber bergabung ke dalam sistem Grab Indonesia. Hal ini turut memperkuat jaringan Grab di 120 kota di Indonesia.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, kini Grab memiliki 2,7 juta mitra pengemudi di Kawasan Asia Tenggara. Namun Ridzki tidak merinci jumlah mitra pengemudi Grab di Indonesia.

Alasan dilakukannya migrasi pengemudi Uber ke Grab dilakukan lantaran terdapat beberapa data dari mantan mitra pengemudi tidak sesuai dengan sistem Grab Indonesia seperti email yang disyaratkan oleh Grab yakni gmail maupun surat izin mengendara (SIM).

"Terkait karyawan Uber tidak bisa kami share berapa jumlah karyawannya. Sejak awal kami sudah sepakat talenta Uber bisa memilih untuk bergabung dengan Grab atau melanjutkan di tempat lain. Namun mereka adalah prioritas kita," ujar Ridzki di Jakarta Jumat (6/4).

Ridzki menegaskan data pelanggan Uber tidak ada yang dipindahkan ke dalam ekosistem Grab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×