kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Surya Semesta (SSIA) targetkan proyek Subang City of Industry fase I kelar 2023


Selasa, 10 November 2020 / 17:57 WIB
Surya Semesta (SSIA) targetkan proyek Subang City of Industry fase I kelar 2023
ILUSTRASI. Kawasan Industri Surya Semesta Internusa.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pengelola kawasan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) bersiap melaksanakan proyek pembangunan Subang City of Industry fase pertama. Rencananya, tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut akan dilaksanakan pada 18 November 2020 mendatang.

Investor Relation Surya Semesta Internusa Erlin Budiman memproyeksikan, proyek Subang City of Industry fase pertama akan rampung pada awal tahun 2023 nanti. Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 250 hektare (Ha) dan berlanjut ke fase berikutnya hingga proyek tersebut berdiri di atas lahan seluas 2.000 Ha.

Dari luas tersebut, pihak SSIA akan menyediakan 30% lahan atau sekitar 600 Ha untuk proyek pembangunan apartemen dan rumah tapak. Kedua bangunan tersebut diperuntukkan bagi para pekerja di Subang City of Industry.

Dalam catatan, sebenarnya SSIA sudah berencana melakukan proses groundbreaking pada bulan September lalu. Namun, hal tersebut urung terjadi lantaran adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca Juga: Berharap dampak positif UU Cipta Kerja untuk kawasan industri

Ia menyebut, Subang City of Industry akan memiliki koneksi menuju Pelabuhan Patimbang melalui jalan tol sepanjang 40 kilometer. Nah, jalan tol tersebut akan dibangun lewat proses tender. “SSIA sudah bergabung dengan PT Jasa Marga Tbk untuk membentuk konsorsium ini,” kata dia, Selasa (10/11).

Dalam berita sebelumnya, SSIA , anggota indeks Kompas100 ini, membutuhkan dana investasi sekitar Rp 1,7 triliun untuk proyek Subang City of Industry fase pertama. Dari situ, dana senilai Rp 1,5 triliun dialokasikan untuk kebutuhan infrastruktur, sedangkan sisanya merupakan dana alokasi untuk akuisisi lahan.

“Untuk pendanaan proyek berasal dari ekuitas, obligasi, dan pinjaman,” ungkap Erlin.

Dia menambahkan, proyek Subang City of Industry memang menjadi fokus utama bisnis SSIA dalam waktu dekat. Proyek ini dinilai akan menjadi katalis utama bagi kinerja SSIA di kemudian hari.

Hal ini mengingat Subang City of Industry diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2030 nanti.

Keberadaan proyek ini juga memungkinkan SSIA untuk memanfaatkan keahliannya dalam bidang pengembangan industri dan infrastruktur. “SSIA juga akan memperoleh pendapatan berulang melalui pemanfaatan infrastruktur dan layanan tambahan Subang City of Infrastructure,” tandas Erlin.

Baca Juga: Surya Semesta Internusa (SSIA) beri pinjaman ke anak usaha maksimal Rp 30 miliar

Sekadar informasi, SSIA belum merilis laporan keuangan kuartal III-2020. Sementara hingga semester I-2020 lalu, SSIA mengalami penurunan pendapatan konsolidasi sebesar 19,2% (yoy) menjadi Rp 1,46 triliun.

Kerugian bersih konsolidasi SSIA pada semester I-2020 tercatat sebesar Rp 122,9 miliar atau turun 263,1% (yoy) dibandingkan hasil di semester I-2019 lalu.

Selanjutnya: Surya Internusa Dapat Angin Segar Omnibus Law, Ini Rekomendasi Analis atas Saham SSIA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×