kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.491   -39,00   -0,22%
  • IDX 6.727   -131,62   -1,92%
  • KOMPAS100 895   -20,62   -2,25%
  • LQ45 659   -11,18   -1,67%
  • ISSI 243   -4,74   -1,91%
  • IDX30 372   -5,09   -1,35%
  • IDXHIDIV20 455   -6,00   -1,30%
  • IDX80 102   -1,97   -1,89%
  • IDXV30 130   -1,86   -1,42%
  • IDXQ30 119   -1,27   -1,05%

Tahun depan masyarakat pilih mobil dibanding rumah


Senin, 18 November 2013 / 13:12 WIB
ILUSTRASI. Petugas teller menghitung uang di salah satu bank di Jakarta, Jumat (28/1). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/28/01/2022.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Setyo Maharso memprediksi pada 2014, masyarakat lebih banyak memilih membeli mobil ketimbang rumah. Hal tersebut dikarenakan kehadiran mobil berharga murah atau Low Cost Green Car (LCGC).

"Jangan-jangan masyarakat beli mobil daripada beli rumah," ujar Setyo di Ekonomi Outlook 2014, Senin (18/11).

Setyo mengungkapkan, jika hal itu yang terjadi, maka taman kota yang dibangun Gubernur DKI Jakarta Jokowi akan penuh sesak dengan mobil-mobil. Apalagi jika harga properti yang terus melambung tinggi, masyarakat akan lebih memilih membeli mobil.

"Taman-taman yang dibangun pak Jokowi penuh karena masyarakat tinggal di mobil dekat taman," ungkap Setyo.

Setyo mengatakan, pemerintah tidak membela kepentingan masyarakat mendapatkan rumah. Dibandingkan mobil murah yang mendapat banyak insentif dan kemudahan dari pemerintah, Setyo menilai sektor properti justru diberatkan oleh pemerintah karena pajak properti yang dinaikkan.

"Pengembang rumah yang menggunakan 100% produk lokal nggak dapat insentif, sekarang ditambah pajak," ungkap Setyo. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×