Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah menggodok pemberian kembali insentif listrik untuk kendaraan listrik.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto pun berharap kebijakan tersebut dapat diberikan secara menyeluruh, tidak hanya pada tahap pembelian kendaraan.
Fransiscus menilai, insentif kendaraan listrik merupakan ranah kebijakan pemerintah. Namun, ia menekankan pentingnya dukungan terhadap penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
“Jadi kalau mengenai insentif listrik rasanya itu pasti kebijakan atau wewenangnya dari pemerintah. Kalau saya hanya menambahkan mungkin terkait dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan bisa diberikan kesempatan (benefit) yang lebih,” ujarnya usai acara Hyundai Premium Courtesy Car Program di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Hyundai Tahan Harga Jual di Tengah Kenaikan Biaya Produksi dan Bahan Baku
Menurutnya, insentif sebaiknya tidak berhenti pada pemberian keringanan pajak saat pembelian. Pemerintah juga diharapkan dapat memberikan manfaat tambahan selama masa kepemilikan kendaraan.
Ia mencontohkan, insentif bisa berupa kemudahan atau keringanan dalam penggunaan jalan tol maupun fasilitas parkir. Hal ini dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
Selain itu, Fransiscus juga menyoroti peran dealer dalam ekosistem kendaraan listrik. Dealer, kata dia, memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi kepada konsumen terkait penggunaan dan manfaat kendaraan ramah lingkungan.
“Tadi saya sampaikan peran dealers juga sangat penting. Kenapa? Karena untuk mobil ramah lingkungan tersebut dealers melakukan edukasi ke konsumennya kita atau calon pembelinya mereka. Nah untuk melakukan edukasi itu kan perlu juga effort yang dilakukan oleh dealer, makanya kalau bisa bentuk insentif atau subsidi-nya selain meng-cover tadi pembelian terus kemudian penggunaan termasuk sampai dengan supply chain yang paling bawah yaitu dealer,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













