CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Terdampak pandemi virus corona, begini kondisi AirAsia Indonesia (CMPP) saat ini


Senin, 04 Mei 2020 / 22:25 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Air Asia


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona atawa Covid-19 menyebabkan hampir semua lini bisnis mengalami tekanan. Salah satu yang paling terdampak adalah industri maskapai penerbangan yang harus berjuang keras di tengah wabah ini. 

Hal tersebut juga dirasakan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP). Maskapai yang berada dalam di bawah AirAsia Group tersebut juga harus memarkir hampir seluruh pesawatnya yang beroperasi di Indonesia. Ini dilakukan demi mendukung upaya penekanan penyebaran virus corona.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Veranita Yosephine Sinaga mengatakan, kondisi yang dihadapi perusahaan saat ini memang sangat berat. "Asumsi berapa bulan kami tetap bertahan ada banyak, tergantung asumsi yang digunakan dan informasi yang dijadikan elemen yang menganalisa. Prinsipnya, kondisi ini sangat berat untuk banyak industri, terlebih airline," kata dia dalam virtual konferensi, Senin (4/5).

Baca Juga: AirAsia akan terbang lagi mulai 18 Mei layani rute internasional

Vera menambahkan, di tengah pandemi seperti saat ini prinsip yang diambil perusahaan sebenarnya cukup sederhana. Yakni, bisnis bisa dicari, pendapatan juga, tapi kematian tidak. Karena itu, AirAsia Indonesia menjunjung tinggi masalah kesehatan. 

"Maka kami prioritaskan perlindungan kesehatan, kalau kami tidak minimalkan sekarang takutnya pandemi ini malah makin panjang," jelas dia. 

Karena bisnis penerbangan sedang tak berjalan normal, perusahaan juga sedang mengetatkan ikat pinggang dengan melakukan efisiensi. Ini dilakukan agar opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) akan menjadi yang pilihan terakhir.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×