kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Usaha ikan pindang kekurangan bahan baku ikan


Rabu, 08 Februari 2012 / 16:48 WIB
Usaha ikan pindang kekurangan bahan baku ikan
ILUSTRASI. Outlet penjualan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Dampak larangan impor ikan dari pemerintah membuat pengusaha sektor pengolahan ikan domestik kalang kabut, salah satunya pengusaha pengolahan ikan pindang.

Tony Marta Johan, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Pindang Ikan (Appikando) berharap, pemerintah segera membuka impor ikan agar industri pengolahan ikan kembali bergairah. "Kami berharap pemerintah membuka kran impor jenis ikan salem," kata Tony kemarin (8/2).

Menurut Tony, ikan salem sebagai bahan baku ikan pindang bisa diperoleh dari Indonesia, terutama di kawasan Timur. Namun, bahan baku ikan salem tersebut tidaklah rutin karena terkendali masalah transportasi. Untuk itu, pengusaha perikanan membutuhkan alternatif pasokan bahan baku ikan salem dari negara lain.

Berdasarkan data Appikando, kebutuhan bahan baku ikan pindang nasional mencapai 157.838 ton per bulan. Sementara pasokan dari nelayan domestik hanya mencapai 48,43%, sekitar 76.434 ton per bulan. Oleh karena itu, industri pengolahan ikan pindang kekurangan bahan baku ikan 81.405 ton per bulan.

Padahal, menurut Tony, potensi perputaran uang dari industri pengolahan ikan itu mencapai RP 2,6 triliun per bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×