kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Virus corona bisa dorong permintaan industri tekstil dan produk tekstil dalam negeri


Senin, 10 Februari 2020 / 21:34 WIB
ILUSTRASI. Peserta beasiswa industri tekstil dari program Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengikuti praktek pelatihan di Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Senin (12/3). Beasiswa industri tekstil program Kemenp


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

Baca Juga: Wabah corona masih menyerang China, industri cari celah untuk substitusi barang impor

“Sebetulnya kita mampu mensubstitusi sekitar 60%, tapi dengan kejadian ini minimal 30% bisa kita substitusi,” jelas Redma, Senin (10/2).

Di sisi lain, wabah virus corona juga berpotensi mengerek permintaan produk-produk pakaian jadi dalam negeri.

Dihubungi terpisah, Corporate Communication PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Joy Citradewi mengatakan bahwa beberapa pembeli produk pakaian (buyers) dari luar negeri mulai gencar mencari pemasok pakaian jadi alternatif menyusul mewabahnya virus corona.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terhambatnya pasokan pakaian jadi dari mitra pemasok eksisting akibat rantai pasokan bahan baku yang terganggu.

“Mereka mulai mencari alternative factories yang bisa produksi, mereka khawatir kasus corona di China berkepanjangan,” kata Joy Citradewi kepada Kontan.co.id.

Seiring dengan hal ini, penjualan bisa ikut terkerek. Meski begitu, kenaikannya diduga tidak akan terlalu signifikan mengingat tingkat keterpakaian kapasitas produksi perseroan yang sudah mendekati maksimal. “Untuk garmen utilisasinya sudah 98%,” ujar Joy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×