kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

XLSmart Dorong Implementasi Ekonomi Sirkular lewat Pengelolaan E-Waste


Selasa, 15 September 2026 / 16:13 WIB
XLSmart Dorong Implementasi Ekonomi Sirkular lewat Pengelolaan E-Waste
ILUSTRASI. XLSMART menghadirkan E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia. (Dok/XLSmart)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pertumbuhan penggunaan perangkat elektronik ikut meningkatkan kebutuhan pengelolaan limbah elektronik atau e-waste. Sebagian material dari perangkat yang tidak lagi digunakan dapat dipulihkan. Material itu kembali masuk ke rantai pemanfaatan.

Peluang tersebut mendorong PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menerapkan pendekatan ekonomi sirkular untuk pengelolaan limbah perangkat elektronik. Melalui program yang bekerjasama dengan Remind ini,  pada tahap pertama hingga November 2026, keduanya menargetkan pengumpulan e-waste sebanyak 600 kilogram (kg).

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys mengatakan, perkembangan konektivitas dan teknologi digital perlu dibarengi dengan pengelolaan dampak lingkungan.

“Pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam mengelola dampak lingkungan,” ujar Merza, Senin (14/9).

Tahap awal, mesin pengumpul e-waste ditempatkan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 14–28 September 2026. Perusahaan berencana menambah jumlah mesin dan memperluas lokasi penempatannya.

Baca Juga: Cimory (CMRY) Suntik Rp125 Miliar ke Anak Usaha untuk Ekspansi Distribusi

Melalui mesin tersebut, perangkat elektronik yang dikumpulkan, dipindai menggunakan kamera dan teknologi kecerdasan buatan (AI), kemudian ditimbang dan dicatat dalam sistem Remind.

Founder & CEO Remind, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara mengatakan, material yang masih memiliki nilai dari e-waste dapat dipulihkan untuk kembali masuk ke siklus pemanfaatan.

“Teknologi membantu proses pengumpulan, pencatatan, serta pemulihan material, sehingga perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya,” ujar Dzikri.

Selain menyasar limbah elektronik masyarakat, XLSmart mengelola e-waste dari kegiatan operasional perusahaan, seperti perangkat jaringan, perangkat teknologi informasi, baterai dan aset elektronik yang telah memasuki akhir masa pakai.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi mengatakan, ekonomi sirkular membutuhkan  kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×