kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.010   47,00   0,26%
  • IDX 5.801   105,92   1,86%
  • KOMPAS100 754   18,89   2,57%
  • LQ45 572   15,05   2,70%
  • ISSI 201   2,21   1,11%
  • IDX30 324   8,41   2,66%
  • IDXHIDIV20 398   9,17   2,36%
  • IDX80 86   2,13   2,56%
  • IDXV30 108   1,63   1,53%
  • IDXQ30 104   2,26   2,22%

Anomali ritel tanah air, lesu dikala ekonomi kuat


Rabu, 01 November 2017 / 23:10 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto

Handaka Santosa, CEO Sogo Departement Store mengatakan bahwa saat ini ritel mengalami tantangan dengan perubahan mulai dari hadirnya e-commerce, perubahan gaya hidup dan lainnya yang membuat ritel tertekan.

Namun hal ini justru harus membuat peritel mengubah strateginya, salah satunya adalah dengan melakukan perubahan tampilan gerai, peningkatan pelayanan dan tentu saja efisiensi.

Year to date itu penjualan Sogo meningkat 10%, kami sampai akhir tahun ini yakin akan tetap tumbuh karena masih ada momen natal dan tahun baru, tetapi realistislah mungkina di level 10% juga,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (1/11).

Susanto, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) mengatakan bahwa saat ini yang menyebabkan masyarakat banyak menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuhan belanjanya adalah karena kurangnya rasa keamanan.

Hal ini disebabkan oleh situasi politik, sehingga masyarakat lebih memilih membeli online ketimbang harus risiko keamanan ke luar rumah.

“Soal politik iya itu pengaruh, orang bagaimana bisa berbelanja dengan tenang kalau ada demo, orang itu takut makanya mending berbelanja di rumah, tidak ada risiko. Selain itu, orang juga mending memilih menabung, jadi kalau ada perang minimal mereka punya tabungan untuk beli makanan,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×