kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.695   109,00   0,62%
  • IDX 6.445   -278,49   -4,14%
  • KOMPAS100 855   -38,45   -4,30%
  • LQ45 636   -21,55   -3,28%
  • ISSI 233   -10,08   -4,15%
  • IDX30 361   -10,30   -2,78%
  • IDXHIDIV20 446   -9,47   -2,08%
  • IDX80 98   -3,93   -3,86%
  • IDXV30 127   -3,02   -2,33%
  • IDXQ30 116   -2,78   -2,33%

Anomali ritel tanah air, lesu dikala ekonomi kuat


Rabu, 01 November 2017 / 23:10 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto

Handaka Santosa, CEO Sogo Departement Store mengatakan bahwa saat ini ritel mengalami tantangan dengan perubahan mulai dari hadirnya e-commerce, perubahan gaya hidup dan lainnya yang membuat ritel tertekan.

Namun hal ini justru harus membuat peritel mengubah strateginya, salah satunya adalah dengan melakukan perubahan tampilan gerai, peningkatan pelayanan dan tentu saja efisiensi.

Year to date itu penjualan Sogo meningkat 10%, kami sampai akhir tahun ini yakin akan tetap tumbuh karena masih ada momen natal dan tahun baru, tetapi realistislah mungkina di level 10% juga,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (1/11).

Susanto, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) mengatakan bahwa saat ini yang menyebabkan masyarakat banyak menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuhan belanjanya adalah karena kurangnya rasa keamanan.

Hal ini disebabkan oleh situasi politik, sehingga masyarakat lebih memilih membeli online ketimbang harus risiko keamanan ke luar rumah.

“Soal politik iya itu pengaruh, orang bagaimana bisa berbelanja dengan tenang kalau ada demo, orang itu takut makanya mending berbelanja di rumah, tidak ada risiko. Selain itu, orang juga mending memilih menabung, jadi kalau ada perang minimal mereka punya tabungan untuk beli makanan,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×