kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Awal Maret, Paramount Land capai marketing sales 25% dari target


Minggu, 14 Maret 2021 / 21:08 WIB
ILUSTRASI. Paramount Land mengembangkan hunian terbaru berkonsep Japanese Healthy Living lewat Nara Village di Gading Serpong.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

Baca Juga: Paramount Land sudah hampir mencapai target marketing sales Rp 2,2 triliun tahun ini

"Dengan segala stimulan Pemerintah, akan mampu mempercepat pemulihan sektor properti Indonesia. Program stimulus ini mutlak menjadi katalisator bahkan menjadi booster yang kuat," ungkap Ervan.

Pasalnya, akibat pandemi covid-19 pada tahun lalu, tak sedikit konsumen yang mengalami gagal bayar bahkan batal untuk membeli properti.

Namun, pengembang telah menyelesaikan bangunan sehingga berstatus ready stock. Insentif PPN untuk rumah tapak dan rumah susun siap huni yang berlaku Maret-Agustus 2021 ini  diharapkan bisa menjawab masalah tersebut.

"Jadi pertemuan antara program stimulus PPN ditanggung Pemerintah dan ketersediaan  produk ready stock menciptakan pasar baru," sambung Ervan.

Ditambah dengan program DP 0% untuk cara bayar Kredit Pemilikan Rumah (KPR), diyakini semakin memperkuat terbentuknya pasar properti. Paling tidak hingga Agustus 2021.

"Meskipun masih perlu kepastian dan kemudahan serta dukungan penuh dari pihak perbankan pemberi fasilitas KPR," pungkas Ervan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×