kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Begini strategi Perum Bulog menghadapi kenaikan utang dan bunga pinjaman tahun depan


Selasa, 03 Desember 2019 / 14:00 WIB
Begini strategi Perum Bulog menghadapi kenaikan utang dan bunga pinjaman tahun depan
ILUSTRASI. Direktur Utama Bulog Budi Waseso beserta jajaran menunjukkan produk Bulog saat peresmian PangananDotCom di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara (26/11/2019).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Walaupun porsi beras komersial akan diperbesar, Budi memastikan pihaknya tetap menyerap beras dari petani. Namun, pihaknya juga masih menunggu keputusan pemerintah berapa besar dana yang disiapkan dan target penyerapan beras CBP yang harus dilakukan Bulog.

Menurut Bulog, sementara ini Kementerian Keuangan hanya menyiapkan Rp 2,5 triliun sebagai jaminan penggantian biaya pengadaan CBP. Menurutnya, dengan dana yang disediakan maka itu hanya setara dengan 250.000 ton.

Baca Juga: Dana PMN mandek di BUMN hingga Rp 11,36 triliun

"Kalau ada kepastian dan CBP itu hanya 250.000 ton, maka Bulog akan menyerap untuk CBP 250.000 ton. Tetapi karena kemampuan kami bisa menyerap hingga 3 juta ton, selebihnya adalah komersial," tutur Budi.

Bila skema tersebut dilakukan, dan ternyata pemerintah membutuhkan tambahan CBP, maka beras dari lini komersial bisa dialihkan sebagai CBP. Nantinya, pemerintah tinggal mengganti selisih harga beras komersial tersebut. Namun, Budi mengatakan hal ini bisa dilakukan bila pemerintah sudah menetapkan keputusan tahun depan.

Baca Juga: Beras Rusak 20.000 Ton, Bulog Terancam Rugi Rp 160 Miliar

Selanjutnya, untuk meningkatkan kinerja komersial Bulog, Budi mengatakan akan meningkatkan penjualan baik offline maupun offline, dimana Bulog terus memperluas saluran pasar dengan merambah pasar retail, juga akan meningkatkan pasar online Bulog ke 6 provinsi di Indonesia, dan akan terus ditingkatkan lagi ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×