Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Beka Wire Indonesia siap memperkuat manufaktur kawat baja galvanis nasional. Beka Wire mengoperasikan pabrik kawat baja galvanisasi dengan kapasitas 36.000 per tahun.
Direktur Komersial Beka Wire Indonesia Sandy Suryadi menjelaskan bahwa Beka Wire berfokus pada penyediaan solusi kawat baja galvanis untuk berbagai aplikasi. Mulai dari otomotif, energi, infrastruktur, hingga agrikultur.
Menurut Sandy, Beka Wire memiliki standar proses yang terukur agar mutu produk dan ketersediaan pasokan tetap terjaga. "Didukung teknologi pelapisan atau coating yang relevan dengan kebutuhan aplikasi, Beka memastikan performa produk yang andal sekaligus memudahkan pelanggan dalam proses produksi," kata Sandy dalam rilis yang disiarkan pada Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: PLN: 116.537 Pelanggan Manfaatkan Program Diskon Tambah Daya Listrik 50%
Sandy menambahkan, keunggulan Beka Wire terletak pada konsistensi kualitas dan ketepatan pemenuhan kebutuhan pelanggan. Beka menerapkan pengendalian mutu menyeluruh dari bahan baku hingga produk jadi, spesifikasi kekuatan yang dapat disesuaikan, serta presisi diameter dan toleransi yang stabil.
Dengan dukungan tim teknis yang responsif, Beka Wire siap berkolaborasi dalam penyesuaian spesifikasi agar produk sesuai dengan fungsi dan target performa di lapangan. "Beka menempatkan standar proses, stabilitas mutu, dan kesiapan delivery sebagai prioritas. Pendekatan ini membantu pelanggan mengurangi variasi produksi, menekan risiko perbaikan, serta meningkatkan efisiensi operasional," jelas Sandy.
Sebelumnya, Beka Wire telah meresmikan pabrik baru yang turut dihadiri oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, Anggota Komisi XI DPR RI Galih Dimuntur Kartasasmita, dan Bupati Subang Reynaldy Putra Anindita Budi Raemi. Dalam sambutannya, Wamenperin menyampaikan bahwa pabrik baru ini membuka kesempatan kerja baru di bidang industri baja nasional.
"Beka diharapkan juga berperan dalam peningkatan teknologi dan riset secara komitmen kuat dan pihak para perusahaan dalam menghadirkan pabrik kawat yang akan bersaing di kancah internasional sehingga akan menjadi katalis mendorong peningkatan prestasi asing maupun domestik di sektor manufaktur ini," ungkap Faisol.
Baca Juga: Menang Tender, Pertagas Resmi Jadi Operator Pipa Gas Cisem II
Pembukaan pabrik Beka Wire ini juga sejalan dengan program Pemerintah yang antara lain fokus pada pemenuhan bahan baku untuk meningkatkan nilai tambah industri. "Mendorong teknologi keberlanjutan dan ekonomi sirkular dalam aktivitas industri," imbuh Faisol.
Sementara itu, Galih Dimuntur menyoroti pemilihan Subang sebagai basis operasional yang merupakan bagian dari strategi Beka Wire untuk mendekatkan fasilitas produksi ke koridor industri yang terus berkembang. Hal ini bisa membawa dampak positif dari sisi kepastian pasokan.
"Lokasi ini mendukung distribusi yang lebih efisien ke pelanggan domestik dan bahkan internasional. Dengan demikian, Beka dapat menjaga durasi penyaluran lebih kompetitif dan memberikan kepastian pasokan yang lebih baik," tandas Galih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













