Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan hari ini mengumumkan program Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi Mitra Pengemudi transportasi online di Indonesia. Grab menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan komitmennya melalui peningkatan signifikan Program BHR 2026.
Chief Executive Officer, Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan bahwa pada tahun 2026, Grab meningkatkan alokasi anggaran BHR dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu menjadi sebesar Rp100 miliar-110 Miliar. Peningkatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas program, tetapi juga memperbaiki struktur nominal di berbagai kategori penerima.
Program BHR 2026 dibagi ke dalam tujuh kategori, masing-masing untuk Mitra Pengemudi Roda 2 dan Mitra Pengemudi Roda 4, yang disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra sepanjang periode penilaian.
Untuk kategori penerima tertinggi, mitra GrabBike dapat menerima hingga Rp850.000 dan mitra GrabCar hingga Rp1.600.000. Sementara itu, pada kategori nominal terendah, terjadi peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat menjadi Rp150.000 untuk GrabBike dan Rp200.000 untuk GrabCar.
Baca Juga: Resmi! Pemerintah Wajibkan BHR Ojol Cair H-7 Sebelum Lebaran
“Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan struktur apresiasi yang lebih cocok pada berbagai tingkat produktivitas. Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri dan mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver,” ungkap Neneng, dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).
Dia melanjutkan, skema BHR dirancang menggunakan indikator tingkat produktivitas mitra, termasuk jumlah dan konsistensi penyelesaian order, serta kualitas pelayanan.
Pendekatan berbasis produktivitas ini bertujuan memastikan apresiasi diberikan secara proporsional sesuai partisipasi mitra dalam ekosistem yang fleksibel. Sebagai platform dengan model kemitraan yang memberikan kebebasan bagi mitra untuk menentukan waktu dan intensitas aktivitasnya, Grab memahami bahwa pola partisipasi bersifat dinamis.
Berdasarkan data internal per Desember 2025, dari sekitar 3,7 juta mitra yang terdaftar, rata-rata mitra yang pernah menggunakan aplikasi dalam satu bulan berjalan berkisar antara 700.000 hingga 800.000 Mitra Pengemudi, yakni mitra yang menerima setidaknya satu order dalam bulan tersebut (Mitra Pengguna).
Jumlah ini bersifat dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu, seiring dengan kebutuhan, preferensi, serta tingkat partisipasi masing-masing individu.
Karakter fleksibel inilah yang menjadi ciri utama ekosistem gig economy. Oleh karena itu, kebijakan BHR dirancang dengan mengacu pada data produktivitas aktual mitra, sehingga implementasinya tetap proporsional, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem.
“Sejalan dengan pendekatan tersebut, seluruh Mitra Pengemudi Aktif dengan tingkat produktivitas tinggi, yang berjumlah lebih dari 400.000 Mitra Pengemudi menerima BHR sebagai bentuk penghargaan tulus atas kontribusi dan konsistensi mereka di platform kami,” terangnya.
Baca Juga: 850 Ribu Driver Ojol Bakal Terima Bonus Lebaran H-7
BHR juga menjadi bagian dari komitmen Grab dalam memperluas dampak sosial dan pemberdayaan ekonomi. Data internal menunjukkan bahwa sekitar satu dari dua mitra sebelumnya merupakan korban PHK atau belum memiliki pendapatan sebelum bergabung.
Selain itu, terdapat 182.500 Mitra Pengemudi perempuan, termasuk banyak ibu tunggal, serta lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif di platform.
Sebagai bentuk apresiasi tambahan, Grab menghadirkan program “Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis” dengan memberikan 105 paket umrah senilai Rp5 miliar kepada Mitra Pengemudi berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia. Program ini merupakan penghargaan atas dedikasi dan konsistensi mitra dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian serta komunikasi intensif dengan seluruh perusahaan aplikator untuk memastikan BHR 2026 berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Ia menyampaikan bahwa secara nasional, program BHR tahun ini akan menjangkau sekitar 850.000 Mitra Pengemudi aktif dari seluruh aplikator. Dari jumlah tersebut, lebih dari 400.000 Mitra Pengemudi berasal dari ekosistem Grab, sejalan dengan skema berbasis produktivitas aktif di platform.
Penegasan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra, keberlanjutan usaha, serta stabilitas ekosistem ekonomi digital.
Baca Juga: Asosiasi Ojol FSpeed Dukung Rencana Pemerintah Pangkas Komisi Ojol Jadi 10%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













