kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Dampak SNI mainan anak untuk jangka panjang


Rabu, 26 Februari 2014 / 17:09 WIB
Dampak SNI mainan anak untuk jangka panjang
ILUSTRASI. Ngeri-Ngeri Sedap, film Indonesia populer yang menempati peringkat teratas dalam jajaran top film Netflix hari ini.


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mainan anak nomor 24/M-Ind/PER/4/2013 bakal menaikkan harga jual mainan, baik yang diproduksi di Indonesia maupun impor. Meski begitu, adanya aturan ini diharapkan berdampak positif dalam jangka panjang.

Seperti diungkapkan Ketua Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia (APMETI), Danang Sasongko. Menurutnya, pasar mainan dari tahun ke tahun terus berkembang. Apalagi banyak lembaga pendidikan dini membutuhkan mainan yang bisa mengedukasi murid-muridnya. “Dari tahun ke tahun penjualan mainan bisa tumbuh 10-20%,” kata kata Danang pada KONTAN, Rabu (26/2). 

Pada 2013 lalu, omzet penjualan mainan anak sekitar US$ 6 juta. Untuk industri yang berada di bawah asosiasi saja tercatat penjualan sebesar Rp 100 miliar. Dengan adanya wajib SNI untuk industri mainan mulai April 2014, diharapkan mampu mendongkrak bisnis industri mainan di dalam negeri.

Danang menyebutkan ada dua dampak positif yang akan diterima pelaku mainan di Indonesia. “Dampak secara pasar, mainan impor akan lebih aman, sehingga tidak sembarangan mainan impor bisa masuk. Dari sisi bisnis, peluang buat industri mainan kita untuk perluas pasar ekspor,” kata Danang.

Sejak 2010 hingga saat ini, sebanyak 70% mainan di dalam negeri berasal dari impor yang mayoritas didatangkan dari negara China.

“Adanya SNI akan membuat harga naik, khususnya yang impor. Karena mereka yang biasanya menggunakan bahan baku limbah biji plastik harus mencari bahan baku yang lebih aman,” kata Danang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×