kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Di 2024, ESDM targetkan 5.000 MW dari PLTN


Rabu, 04 Februari 2015 / 18:54 WIB
ILUSTRASI. Setelah Rapat dengan Luhut, KLHK Bentuk Satgas Penanganan Polisi Udara Jakarta


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan Indonesia sudah mampu menghasilkan setrum dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebanyak 5.000 megawatt (MW) pada 2024 mendatang.

Pengembangan listrik dari energi baru tersebut diharapkan dapat mengganjal kekurangan pasokan listrik di Tanah Air.

"Dari 10 negara berpenduduk besar di dunia, dan Indonesia merupakan urutan nomor 4. Tapi, hanya kita yang tidak punya PLTN, India dan Pakistan sudah punya, bahkan Vietnam sedang membangun," ujar Rida Mulyana, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Rabu (.4/2).

Asal tahu saja, pemerintah memproyeksikan kebutuhan listrik pada 2025 depan mencapai 150 gigawatt (GW). Sementara, pasokan listrik saat ini hanya sekitar 50 GW dan baru dapat ditambah sekitar 35 GW, alhasil akan ada kekurangan suplai setrum sebanyak 65 GW.

Oleh karena itu, kata Rida, pemerintah harus memulai perencanaan untuk membangun PLTN di tahun ini agar kekurangan setrum tidak semakin parah. "Saya sudah pasang target,  Indonesia sudah bisa operasikan 5.000 MW dari energi nuklir pada 2024," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×