kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   32,00   0,19%
  • IDX 7.103   -81,40   -1,13%
  • KOMPAS100 982   -11,19   -1,13%
  • LQ45 720   -7,28   -1,00%
  • ISSI 254   -3,17   -1,23%
  • IDX30 391   -2,64   -0,67%
  • IDXHIDIV20 485   -1,85   -0,38%
  • IDX80 111   -1,07   -0,96%
  • IDXV30 135   -0,10   -0,08%
  • IDXQ30 127   -0,81   -0,63%

Di tengah wabah corona, Kementan pastikan pasokan cabai surplus


Senin, 30 Maret 2020 / 13:41 WIB
ILUSTRASI. Penjualan cabai. Di tengah wabah corona, Kementan pastikan pasokan cabai surplus. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan cabai di tengah pandemi Covid-19 masih aman, bahkan melebihi kebutuhan masyarakat bahkan hingga idul fitri usai.

"Berdasarkan data Early Warning System (EWS) diprediksi produksi cabai dibandingkan dengan kebutuhannya secara nasional masih surplus," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto dalam keterangan tertulis, Senin (30/3).

Baca Juga: Demi tingkatkan produksi, Jokowi dorong ekstensifikasi lahan padi

Kementan memperkirakan, produksi aneka cabai bulan Maretini mencapai 203.057 ton dengan kebutuhan 174.219 ton sehingga terdapat surplus 28.838 ton. Sementara produksi April 217.588 ton dengan kebutuhan 178.594 ton sehingga surplus 38.994 ton.

Lalu, perkiraan produksi di Mei 217.258 ton, kebutuhan 182.634 ton sehingga surplus 34.624 ton. Di Juni, perkiraan produksi 196.644 ton dengan kebutuhan174.219 ton sehingga surplus 22.425 ton.

"Kami juga sudah mengecek kebenaran  kondisi eksisting di lapangan melalui telepon, foto open camera dan video pada beberapa wilayah sentra utama," kata Prihasto.

Lebih lanjut, dia juga meminta masyarakat tidak panik atas ketersediaan pasokan cabai meski terdapat Covid-19. Dia mengatakan Kementan turut menggandeng berbagai startup yang bergerak di bidang penjualan bahan pangan secara online untuk memasarkan hasil panen petani hingga konsumen.

Baca Juga: Harga jahe, temulawak dan kunyit meroket drastis, ini kata pedagang

Menurut Anton, ini menjadi salah satu cara bagi petani untuk menjual produk dengan lebih mudah dan memudahkan konsumen memperoleh kebutuhan pangan walau tetap berada di rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×