kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Hatten Bali (WINE) Targetkan Pertumbuhan Kinerja Moderat pada 2026


Selasa, 07 April 2026 / 21:00 WIB
Hatten Bali (WINE) Targetkan Pertumbuhan Kinerja Moderat pada 2026
ILUSTRASI. Hatten Wines PT Hatten Bali Tbk (WINE) (Dok/WINE)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hatten Bali Tbk (WINE) menargetkan pertumbuhan kinerja yang moderat pada 2026. Hal ini menyusul tekanan biaya produksi dan dinamika industri global.

Direktur Keuangan WINE  Ketut Sumarwan mengungkapkan perseroan membidik pertumbuhan penjualan sekitar 5% pada tahun ini. Namun, laba bersih diproyeksikan masih stagnan.

Kondisi ini dipengaruhi oleh biaya produksi yang sedikit meningkat, khususnya bahan baku lokal yang terdampak kondisi cuaca yang tidak menentu. 

“Meskipun demikian, tingkat profitabilitas Perseroan tetap terjaga dengan baik, dengan net profit margin sebesar 14%,” ungkap Ketut, kepada Kontan.co.id, Senin (6/4). 

Baca Juga: Tanpa Insentif, Indomobil EMotor Optimis Penjualan Motor Listrik Naik 2 Kali Lipat

Untuk menjaga arus keuangan tahun ini, Perseroan akan terus berfokus pada optimalisasi biaya serta peningkatan produktivitas. Dengan demikian, diharapkan mampu  mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan perbaikan margin secara bertahap.

Demi mendorong kinerja di sepanjang 2026, WINE mengandalkan ekspansi pasar domestik ke kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Saat ini, sekitar 87% penjualan masih berasal dari Bali, sehingga ekspansi domestik menjadi kunci pertumbuhan ke depan.

“Perseroan melihat peluang besar untuk memperluas pasar domestik, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara yang menawarkan potensi pertumbuhan signifikan,” katanya. 

Terkait pasar internasional, Ketut menilai peluang ekspansi tetap terbuka ke depannya, namun mesti dilakukan secara bertahap, mengingat ekspor memerlukan investasi tambahan, termasuk biaya logistik dan penyesuaian regulasi di negara tujuan.

“Strategi ini memastikan perseroan dapat memaksimalkan potensi di dalam negeri terlebih dahulu sebelum menjajaki pasar luar negeri,” jelasnya. 

Di sisi lain, perseroan juga fokus mengembangkan brand Dragonfly dan Two Islands yang dinilai memiliki potensi besar di luar Bali. Tak hanya itu, perusahaan juga berencana meluncurkan produk premium baru sebagai upaya memperkuat posisi di segmen pasar menengah ke atas.

Baca Juga: Hatten Bali (WINE) Siapkan Capex Rp15 miliar pada 2026, Ini Rencana Penggunaannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×