kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Erick Thohir: Rumah sakit BUMN bisa kalahkan pelayanan rumah sakit swasta


Senin, 10 Februari 2020 / 21:36 WIB
ILUSTRASI. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir hadiri forum rumahsakit (RS) BUMN di Fairmont Hotel Jakarta, Senin (10/2).


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkata RS BUMN dapat mengalahkan rumah sakit swasta dalam hal pelayanan masyarakat.

"Kalau sistemnya jalan saya yakin rumah sakit BUMN bisa lebih baik dari swasta karena kita tidak ada ego, melayani masyarakat meski bisnis juga, tidak seperti swasta yang murni bisnis," katanya di Jakarta, Senin, (10/2).

Baca Juga: Konsolidasi jadi strategi RS BUMN jadi market leader dalam industri rumah sakit

Dia meminta sinergi antara 57 rumah sakit yang tergabung dalam PT Pertamina Bina Media IHC (Pertamedika) dapat meningkat melalui pemetaan alat medis. "Alat medis yang jumlahnya terbatas dapat dimaksimalkan dengan interkoneksi di seluruh RS yang ada," lanjut Erick.

Ia juga bilang penggabungan rumah sakit BUMN akan menciptakan market leader rumah sakit di Indonesia. Share market dari rumah sakit-rumah sakit BUMN sebesar 25%.

"Market share luar biasa, enggak perlu juga 51%. Kalau enggak ada persaingan kan enggak seru," kata Erick dalam acara '1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum' di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin, (10/2).

Maka dari itu, dirinya mengatakan harapannya dengan integrasi tersebut akan bisa menciptakan rumah sakit dengan kapasitas yang besar serta standar yang tinggi sehingga bisa menyaingi swasta. Ia menyadari banyak orang Indonesia yang lebih memilih berobat ke luar negeri dibandingkan di dalam negeri.

Baca Juga: Konsolidasi 64 rumahsakit BUMN ditargetkan rampung akhir 2020

Berdasarkan data Kementerian BUMN, 64 RS BUMN ini memiliki total pendapatan Rp 5,6 triliun dengan EBITDA sebesar Rp 510 miliar. Erick berharap dengan integrasi akan mampu meningkatkan (laverage) pendapatan menjadi Rp 8 triliun hingga Rp10 triliun di masa mendatang.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×