Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penyediaan akses listrik nasional melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
Melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM menggenjot program prioritas tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan pemerataan pembangunan hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Kantongi Komitmen Investasi Eropa
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno mengatakan, pelaksanaan Program Lisdes di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan.
Beberapa di antaranya meliputi proses perizinan, keterbatasan infrastruktur dasar seperti akses jalan, jembatan, dan pelabuhan, hingga ketersediaan lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.
“Program Lisdes merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga diharapkan menjadi prioritas lintas sektor,” ujar Tri dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).
Tri menambahkan, pemerintah sebelumnya telah mengeksekusi anggaran tambahan belanja (ABT) 2025 dengan target optimalisasi di 1.516 lokasi.
Hingga 30 April 2026, realisasi fisik program tersebut telah mencapai 1.403 lokasi atau setara 92,5% dari target.
Baca Juga: Kementerian ESDM Kebut Persiapan Mandatori Biodiesel B50
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa ketersediaan energi listrik merupakan kebutuhan mendasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah.
Ia menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap membantu mengatasi berbagai kendala nonteknis yang kerap menghambat perluasan jaringan listrik ke wilayah perdesaan.
“Kami menargetkan pada tahun 2029 tidak ada lagi satu pun desa di Sulawesi Tengah yang belum menikmati listrik. Sulawesi Tengah siap mendukung dan menghadapi berbagai tantangan maupun kendala dalam pelaksanaan program ini,” tegas Anwar.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis, Andriah Feby Misna, menjelaskan bahwa Kementerian ESDM telah menetapkan roadmap Program Lisdes periode 2025–2029.
Baca Juga: Perkuat Layanan Transformasi Digital, Integra Solusi Mandiri Raih SAP Gold Partner
Untuk mengejar target pemerataan energi nasional sepanjang tahun ini, pemerintah menetapkan target pembangunan Lisdes baru di 2.065 lokasi.
“Pemerintah sangat fokus menghadirkan akses listrik bagi masyarakat. Hal ini menjadi perhatian Bapak Presiden dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga no one left behind,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













