kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Gappri: Rokok Rp 50.000, informasi menyesatkan


Senin, 22 Agustus 2016 / 14:51 WIB
Gappri: Rokok Rp 50.000, informasi menyesatkan


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

Dia juga menegaskan, keinginan mengerek harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus merupakan wacana yang sulit dipertanggungjawabkan.

Produksi rokok di Indonesia 94 % diantaranya merupakan jenis kretek. Di dunia, rokok kretek hanya ada di Indonesia.

Industri kretek di Indonesia saat ini mencapai 600 buah. Menurutnya, keaneragaman bahan baku kretek, membuktikan kretek adalah khasanah industri bangsa yang berbeda dengan industri sejenis di negara lain.

Industri ini mempekerjakan kurang lebih 6 juta orang. "Kalau 1 orang menafkahi 3 orang, berarti 24 juta orang menggantungkan hidupnya dari kretek," kata Ismanu.

Untuk menjaga keberadaan industri kretek, GAPPRI selalu mendukung keputusan pemerintah soal tarif cukai maupun aturan lain yang mengikat dan mengawasi industri hasil tembakau.

“Kami konsisten dalam menjalankan keputusan pemerintah," sebut Ismanu.

Menurutnya, rokok kretek di Indonesia karakternya seperti cerutu di Kuba atau bidis di India dan teugela di Meksico yang masing-masing merupakan produk khas masing-masing negara. (Chairul Arifin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×