kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Gaya hidup menopang kinerja cantik emiten kosmetik


Minggu, 10 November 2019 / 08:14 WIB
Gaya hidup menopang kinerja cantik emiten kosmetik
ILUSTRASI. Produk kosmetika buatan PT Mandom Indonesia, Tbk. Industri kosmetik dan perawatan tubuh mencatat kinerja cantik hingga akhir September 2019.

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kosmetik dan perawatan tubuh mencatat kinerja cantik hingga akhir September 2019. Dua emiten sektor ini, yakni PT Kino Indonesia Tbk (KINO) dan PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) menyebut, tren penggunaan kosmetik turut menyokong kinerja hingga kuartal ketiga lalu.

Melansir laporan keuangan Kino Indonesia, pada kuartal III 2019 mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 34,74% yoy menjadi Rp 3,48 triliun dari sebelumnya Rp 2,59 triliun di akhir September 2018. Seiring naiknya perolehan penjualan, laba Kino melesat hingga 325% yoy menjadi Rp 447,09 miliar dari sebelumnya Rp 105,51 miliar di kuartal III 2018.

Laba yang naik hingga ratusan persen ini karena adanya pembelian saham anak perusahaan sebesar Rp 264 miliar. Jadi kalau profit dari aksi korporasi dikeluarkan, laba organik KINO sebesar Rp 177 miliar atau tumbuh 68% yoy.

Baca Juga: Kinerja ciamik, Kino Indonesia optimistis laba bisa tumbuh 50% tahun ini

Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan Kino Indonesia Budi Muljono menjelaskan, industri kosmetik di pengujung tahun ini tumbuh karena ditopang gaya hidup masyarakat dan trend kurs yang stabil. "Kesadaran untuk merawat diri cukup tinggi karena merupakan kebutuhan pokok. Adapun tren ini juga cukup gencar dibagikan di media sosial dan dunia digital," kata Budi kepada Kontan.co.id, Jumat (8/10).

Budi mengakui, konsumer di segmen personal care memiliki loyalitas yang cukup tinggi sehingga lebih tahan terhadap perubahan consumer behaviour. Selain gaya hidup, Budi merasakan kurs yang stabil berpengaruh terhadap daya beli bahan baku. Dengan kurs yang stabil, Kino Indonesia tidak perlu mengurangi pembelian bahan baku hingga akhir tahun nanti.

Menurut Budi tren pertumbuhan segmen personal care akan berlanjut karena kecenderungannya kosmetik dan personal care lebih resistant. "Kalau menurut riset Nielsen, sektor ini akan lebih baik dibanding sektor seperti beverage," ujar Budi. Hingga akhir tahun ini, Budi optimistis Kino Indonesia bisa meraih pertumbuhan penjualan hingga 50%.

Baca Juga: Simak rekomendasi analis untuk saham Kino Indonesia (KINO)

Emiten selanjutnya yang membukukan penjualan positif di kuartal III 2019 adalah Mandom Indonesia. Emiten kosmetik berkode saham TCID ini mencatatkan kenaikan penjualan bersih 5,8% yoy dari sebelumnya Rp 2,04 triliun pada kuartal III 2018 menjadi Rp 2,16 triliun.

Sekretaris Perusahaan Mandom Indonesia Alia Dewi mengatakan, penjualan yang tumbuh ini ditopang tren industri kosmetik yang membaik. "Salah satu pendukungnya karena banyaknya beauty influencer sehingga semakin banyak orang yang mau mencoba produk kosmetik. Oleh karenanya, varian jenis kosmetik juga semakin beragam di pasaran," kata Alia.

Strategi menggandeng influencer ini kerap dilakukan Mandom Indonesia untuk menggaet konsumer. Alia bilang beban iklan dan promosi cukup menekan laba bersih periode berjalan Mandom.

Baca Juga: Akhir September, Mandom serap capex Rp 133 miliar

Tercatat laba emiten kosmetik ini turun 10,6% yoy menjadi Rp 150,32 miliar. Selain itu, Alia menjelaskan penurunan laba ini juga disebabkan oleh sejumlah peluncuran produk-produk baru Mandom Indonesia.

Alia mengakui, tren kurs yang stabil tidak terlalu berpengaruh pada Mandom Indonesia karena mayoritas bahan baku dari dalam negeri. Impor bahan baku Mandom hanya sekitar 20%.

Alia melihat dengan tumbuhnya industri kosmetik, kinerja Mandom Indonesia baik penjualan maupun laba di Desember 2019 bisa lebih baik dibanding kuartal III 2019.

Baca Juga: Penjualan dalam negeri turun, ini strategi Mandom tingkatkan kinerja




TERBARU

Close [X]
×