kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Harga tiket kereta api jarak jauh non subsidi naik, ini penyebabnya


Jumat, 12 Juni 2020 / 06:40 WIB
ILUSTRASI. Penumpang duduk di dalam gerbong Kereta Api Luar Biasa (KLB) jurusan Bandung - Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2020). PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan enam perjalanan KLB pada 12-31 Mei 2020 dan masyarakat


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Adi Wikanto

Saat ini KAI hanya mampu mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 400 juta per hari khusus angkutan penumpang sejak masa pandemi Covid-19.

Pendapatan PT KAI dari angkutan penumpang tersebut mengalami penurunan hampir 93%. Tercatat, pendapatan angkutan penumpang hanya 7% dari hari-hari normal.

"Pendapatan harian angkutan penumpang pada kondisi normal sebesar Rp 22 miliar, sedangkan pada akhir pekan mencapai Rp 26 miliar - Rp28 miliar. Hal tersebut benar-benar memberikan dampak yang luar biasa kepada perseroan," papar Didiek.

Sebelumnya PT KAI menyebut, seiring pandemi corona, pendapatan KAI anjlok. Jika Januari 2020, total pendapatan dari penumpang Rp39 miliar, pada April 2020 sebesar Rp 32 miliar.

Pendapatan ini membuat arus kas KAI defisit karena pendapatan dari penumpang tergerus hingga 93%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×