kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

IEU-CEPA Disepakati, Apindo: Angin Segar bagi Sektor Padat Karya


Senin, 14 Juli 2025 / 16:33 WIB
IEU-CEPA Disepakati, Apindo: Angin Segar bagi Sektor Padat Karya
ILUSTRASI. Apindo memastikan kesiapan dunia usaha dalam mengimplementasikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memastikan kesiapan dunia usaha dalam mengimplementasikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA). 

Diketahui, perundingan IEU CEPA dikabarkan akan segera rampung. Pemerintah juga menargetkan perjanjian dagang ini dapat segera diteken pada September 2025. 

Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani mengatakan rampungnya perundingan IEU-CEPA menjadi angin segar bagi dunia usaha terutama industri padat karya ditengah isu tarif yang diterapkan Amerika Serikat (AS). 

"IEU-CEPA bukan hanya peluang baru bagi industri padat karya untuk tumbuh dan menembus pasar Eropa, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar diversifikasi pasar ekspor Indonesia di tengah ketidakpastian hubungan dagang dengan AS," kata Shinta pada Kontan.co.id, Senin (14/7). 

Baca Juga: IEU CEPA Disepakati, Industri Sawit Masih Harus Berhadapan dengan EUDR di Akhir Tahun

Shinta menegaskan ditengah dinamika global yang tidak menentu, memperkuat orientasi pasar ke Eropa adalah langkah strategis yang bisa dilakukan. 

Apalagi, banyak sektor industri padat karya berorientasi ekspor sudah terbukti punya kapasitas untuk bersaing jika ekosistemnya mendukung. 

"Sektor-sektor seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, furnitur, dan perikanan diproyeksikan untuk mendapatkan peningkatan akses pasar besar ke Eropa," ungkap Shinta. 

Namun begitu, Shinta menegaskan keberhasilan Indonesia dalam menavigasi tekanan tarif AS dan memanfaatkan peluang IUE-CEPA akan sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor. 

APINDO sendiri akan membantu pemerintah untuk mempersiapkan upaya sosialisasi dan diseminasi informasi kepada para eksportir, termasuk untuk memperkuat daya saing terhadap negara-negara pesaing seperti Vietnam yang lebih dulu memiliki akses istimewa ke pasar Eropa. 

"Jadi meskipun perjanjiannya belum resmi diberlakukan, dunia usaha menyatakan siap," jelasnya. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan IEU-CEPA akan membuka akses pasar bagi produk Indonesia. Dirinya juga menyebut hampir seluruh produk RI nantinya tidak akan dikenai tarif untuk ekspor ke pasar Uni Eropa. 

"Hampir semua tarif kita 0%," ujar Prabowo. 

Baca Juga: Perundingan Hampir Rampung, IEU CEPA Bakal Diteken September 2025

Prabowo mengatakan IEU CEPA ini akan menjadi kerja sama yang menguntungkan bagi Indonesia. Apalagi, Uni Eropa memiliki jumlah penduduk lebih dari 440 juta jiwa. 

Menurutnya capaian ini menjadi momen penting dan strategis di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian. Dengan terwujudnya IEU-CEPA, Indonesia memiliki alternatif dagang yang kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Lebih lanjut, saat ditanya tentang waktu penandatanganan dan ratifikasi perjanjian, Prabowo menjawab bahwa hal itu membutuhkan waktu, namun berharap prosesnya tidak berlangsung lama. 

"Ya perlu waktu tentunya. Mudah-mudahan tidak lama ya," ujar Prabowo. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×