kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Impor terigu dibatasi, ongkos produksi bakal naik


Selasa, 08 April 2014 / 14:54 WIB
ILUSTRASI. Cappuccino jadi salah satu jenis kopi susu yang bercita rasa manis dan cocok dikonsumsi peminum kopi pemula (Dok/Vaya)


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pembatasan impor tepung terigu oleh Kementerian Perdagangan yang akan mulai berlaku pada 4 Mei - 4 Desember 2014 memicu kekhawatiran industri pakan dan makanan olahan.

Jika impor dibatasi, pengusaha pakan ternak khawatir ketersediaan terigu untuk pakan ternak tidak mencukupi kebutuhan operasional perusahaan. Selama ini, kebutuhan terigu bagi industri pakan ternak berasal dari impor. Hal ini dapat memicu kenaikan ongkos produksi di kalangan petambak ikan.

Mahar Sembiring, Presiden Direktur PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) mengatakan, pemerintah belum secara rinci menyebut apakah terigu untuk industri pakan ternak juga akan dibatasi impornya.

"Seharusnya ada penjelasan khusus untuk industri pakan ternak. Karena terigu pakan ternak belum diproduksi di tanah air," ujar Mahar, Selasa (8/4).

Kebijakan ini dikhawatirkan bakal menjadi kendala bagi industri pakan ternak tahun ini untuk tetap tumbuh dan berkembang. Selain juga menghadapi kondisi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar. Plus, rencana kenaikan tarif dasar yang memicu beban operasional perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×