kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Industri AMDK Tegaskan, Terus Mendorong Praktik Keberlanjutan dan Ekonomi Sirkular


Jumat, 17 April 2026 / 16:38 WIB
Industri AMDK Tegaskan, Terus Mendorong Praktik Keberlanjutan dan Ekonomi Sirkular
ILUSTRASI. AMDK Galon (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan, industri air minum dalam kemasan (AMDK) dituntut untuk tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Mereka harus  memastikan praktik bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ketua Umum  Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara  (Amdatara), Karyanto Wibowo mengatakan, industri makanan dan minuman, khususnya AMDK, merupakan sektor yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Ia menegaskan komitmen industri  menjadi bagian dari solusi lingkungan melalui pendekatan ekonomi sirkular dan penguatan industri hijau.

"Kami ingin memberikan jawaban konkret, industri ini leading untuk ekonomi sirkular dan keberlanjutan," tegas Karyanto, dalam keterangannya, Kamis (16/4).

Menurutnya, pelaku industri AMDK terus mengintegrasikan praktik berkelanjutan yang berdampak pada lingkungan. Seiring dengan dorongan pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Amdatara menilai, kolaborasi erat dengan pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar industri tetap tumbuh adaptif. Sekaligus memperkuat kontribusinya dalam transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia.

Baca Juga: Penjualan AMDK Naik 20% Selama Lebaran, Ini Wilayah yang Topang Pertumbuhan

Selain itu, memperkuat komunikasi dengan DPR, khususnya Komisi VII, guna merespons kritik publik terhadap industri AMDK yang kerap dipersepsikan sebagai industri ekstraktif.

Ia menegaskan, industri makanan dan minuman, khususnya AMDK, harus tetap menjadi kontributor penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor AMDK saat ini menyerap lebih dari 46.000 tenaga kerja langsung dengan nilai investasi mencapai Rp 27,8 triliun.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian PerindustreianKemenperin, Merijanti Punguan Pintaria mengatakan, industri AMDK memiliki efek berganda yang luas terhadap perekonomian nasional.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan dokumentasi praktik keberlanjutan oleh pelaku industri, guna menjawab persepsi negatif yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, masih terdapat anggapan bahwa industri AMDK hanya berorientasi pada keuntungan. Padahal terdapat berbagai proses dan kontribusi yang dilakukan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×