kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.748   63,00   0,36%
  • IDX 6.365   -234,11   -3,55%
  • KOMPAS100 843   -31,10   -3,56%
  • LQ45 635   -15,75   -2,42%
  • ISSI 228   -10,62   -4,46%
  • IDX30 362   -6,74   -1,83%
  • IDXHIDIV20 448   -7,79   -1,71%
  • IDX80 97   -3,12   -3,12%
  • IDXV30 124   -4,08   -3,17%
  • IDXQ30 117   -1,66   -1,39%

Industri keramik menanti properti bergairah


Senin, 03 Juli 2017 / 18:20 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Industri keramik nasional pada semester I 2017 masih menunjukkan stagnansi. Pasalnya sektor penggerak utama penjualan, yakni industri di sektor properti masih belum menggembirakan.

"Kami inginnya tahun ini industri keramik bisa tumbuh 5%-10%. Namun kenyatannya di kuartal I dan II belum ada perubahan yang signifikan," ungkap Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Elisa Sinaga kepada KONTAN, Senin (3/7).

Sayangnya ia tidak merincikan berapa nilai pertumbuhan industri sampai kuartal I dan II tersebut. Elisa hanya mengatakan bahwa industri keramik mulai kelihatan tumbuh di periode akhir Juli dan Agustus.

"Sebab saat itu proyek properti mulai berjalan, baru di semester II diperkirakan mulai ada pertumbuhan yang signifikan," sebut Elisa.

Sampai saat ini, Asaki mencatat kapasitas terpasang keramik dalam negeri berjumlah 550 juta meter persegi. Sementara utilisasi semua pabrik di Indonesia rata-rata masih sama dengan utilisasi tahun lalu yakni 65%.

Ia mengatakan, tahun lalu total produksi keramik dalam negeri mencapai 380 juta meter persegi. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan demand yang cenderung turun. Hal ini pula yang menyebabkan di tahun ini para produsen keramik belum banyak yang melakukan ekspansi.

"Kondisi yang berat seperti ini, semuanya melakukan efisiensi," kata Elisa. Pengencangan ikat pinggang pabrikan menyasar biaya energi, yaitu harga gas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×