kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Industri Logistik Tumbuh, NCS Siapkan Sejumlah Rencana Bisnis di Tahun 2025


Sabtu, 07 Desember 2024 / 17:20 WIB
Industri Logistik Tumbuh, NCS Siapkan Sejumlah Rencana Bisnis di Tahun 2025
ILUSTRASI. Kika : Direktur Ops PT Nusantara Card Semesta (NCS) Mahatma Indra, Direktur Utama PT NCS Reni S. Siregar, Direktur IT & HR PT NCS Nanang Rohyat berbincang menyambut ulangtahun NCS di jakarta, Jumat (6/12/2024). Memasuki usia 30 Tahun, NCS seabgai perusahaan jasa pengiriman paket, barang, dan dokumen berkomitmen untuk berinovasi dan lanjutkan berinvestasi untuk mengembangkan ekspansi bisnisnya di last-mile dan fulfillment. Saat ini NCS telah memiliki warehouse yang tersebar di lebih dari 160 titik di seluruh Indonesia, dengan luas mencapai hampir 10ribu m2./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/6/12/2024.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Card Semesta (NCS), perusahaan jasa pengiriman paket, barang, dan dokumen, memperkirakan bahwa tahun 2025 akan terjadi transformasi besar khususnya di sektor logistik.

Hal ini seiring penerapan teknologi, keberlanjutan, dan perubahan ekspektasi konsumen. 

Agar tetap kompetitif, setiap perusahaan logistik dituntut selalu berinovasi dan mengadopsi tren-tren terkini, sambil berfokus pada efisiensi, layanan pelanggan, dan keberlanjutan operasional. 

Baca Juga: Nusantara Card Semesta (NCS) Beri Diskon Pengiriman Barang ke Tiga Negara Ini

Sebagai gambaran, Supply Chain Indonesia (SCI) memperkirakan sektor logistik tahun 2025 akan mengalami pertumbuhan hingga 5,05%. 

Proyeksi itu didasari oleh tingkat pertumbuhan logistik yang mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), di mana sektor transportasi dan pergudangan dalam beberapa periode terakhir konsisten tumbuh.

Lantas, bertepatan dengan ulang tahun ke-30 yang bertemakan Transformation Last-Mile and Fulfillment, NCS berkomitmen untuk terus berinovasi mengembangkan ekspansi bisnisnya di last-mile dan fulfillment.  

“Didorong oleh pertumbuhan bisnis barang konsumer yang kian masif, kami yakin kebutuhan akan layanan warehouse and fulfillment akan terus meningkat selaras dengan tuntutan service level agreement (SLA) yang mumpuni,” jelas Direktur Utama Nusantara Card Semesta Reni Sitawati Siregar dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (6/12/2024).

Saat ini, NCS telah memiliki warehouse atau gudang yang tersebar di lebih dari 160 titik di seluruh Indonesia dengan luas mencapai hampir 10.000 meter persegi (m2).

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Mitra Agen, Nusantara Card Semesta (NCS) Libatkan UMKM

Didukung oleh Warehouse Management System (WMS) yang NCS kembangkan secara mandiri, perusahaan ini akan menjamin proses inventori produk, penyimpanan hingga proses pengirimannya ke konsumen dapat berjalan lebih akurat, cepat dan efisien.

Dalam rangka supaya roda bisnis tetap berjalan dan terus tumbuh berkesinambungan, NCS akan tetap memegang prinsip 5 pilar penopang bisnis. Di antaranya adalah People, Operation, Financial, IT dan Sales.

Reni menambahkan, kelima pilar ini harus berjalan secara paralel dan beriringan, dengan Sales sebagai motor penggeraknya. 

“Tidak dapat dipungkiri, dengan penerapan strategi Sales yang tepat dapat mengingkatkan pendapatan perusahaan yang akhirnya dapat mengerek kualitas People, optimalisasi IT dan Operation, serta pengelolaan Financial yang sehat,” lanjut Reni lagi.

Sementara itu, untuk tetap kompetitif di era ekonomi digital, bisnis logistik juga dituntut untuk menerapkan strategi inovatif yang berfokus pada efisiensi dan keberlanjutan.

Baca Juga: Nusantara Card Semesta (NCS) Bertekad Perkuat Bisnis Pengiriman di Sektor B2B

Salah satu langkah penting adalah otomatisasi proses operasional menggunakan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

Selain meningkatkan dapat produktivitas, otomatisasi ini ikut membantu bisnis mengurangi biaya operasional dan mengoptimalkan rantai pasok.

Layanan lain yang akan terus digenjot penetrasinya oleh NCS adalah Nusantara Food Delivery (NFD).

NFD adalah layanan pengiriman makanan, yang meliputi makanan halal beku (frozen food), siap masak (ready to cook), dan siap santap (ready to eat), mulai dari sayur dan buah, daging, makanan kering, produk olahan susu, hingga frozen food

Layanan ini diperkenalkan ke publik pada Mei 2020 saat pandemi Covid-19, ketika orang dipaksa berada didalam rumah sehingga tidak bisa bebas bepergian dan makan di restoran favoritnya. 

“Pada awal kemunculannya, NFD hanya mencakup pengiriman seputar Jabodetabek, serta intracity Surabaya, Batam dan Balikpapan. Tapi, hari ini NFD sudah melayani seluruh kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan serta Sulawesi, baik intracity maupun intercity,” jelas Reni lagi.

Baca Juga: Gandeng NCS, Startup Fresh Factory Siap Tambah 103 Gudang Cold Chain

Layanan NFD saat ini juga sudah didukung dengan lebih dari 20 unit kulkas, 90 unit freezer, 80 unit coolerbox, dan 10 unit chiller truck yang tersebar di kantor cabang NCS seluruh Indonesia. 

Dari sisi pendapatan, bisnis NFD juga terus menunjukkan grafik yang positif, sehingga tidak heran NCS makin menaruh harapan tinggi pada layanan ini seiring pertumbuhan Industri kuliner atau food and beverages (FnB) yang masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi kreatif dalam negeri. 

“Tercatat kontribusi industri kuliner atau makanan minuman (mamin) pada kuartal pertama tahun 2024 mencapai 39,91% dari struktur PDB untuk industri pengolahan non migas, atau sekitar 6,47% dari total PDB Nasional,” jelas Reni.

Pada 2025 mendatang, NCS juga akan tetap melanjutkan ekspansi bisnisnya dengan terus berinvestasi melalui pembukaan kantor cabang dan kantor subcabang baru di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Budiyanto Darmastono, Akuntan yang Kini Ahli Logistik

Dengan membuka pasar yang baru, NCA ingin menemukan lebih banyak lagi peluang bisnis yang belum tergarap secara maksimal.

Selain berinvestasi dalam pertumbuhan kantor fisik, NCS juga berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan digitalisasi & perubahan teknologi yang makin masif, antara lain melalui investasi teknologi. 

Namun, perlu diketahui bahwa dengan meningkatnya digitalisasi, maka risiko kebocoran data juga semakin tinggi. "NCS juga perlu menjamin keamanan data para pelanggan atau nasabah, melalui enkripsi dan sistem keamanan siber yang berkualitas,” tutup Reni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×