kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Industri Perhotelan Optimistis Okupansi Tetap Tinggi hingga Akhir 2025


Selasa, 14 Oktober 2025 / 15:39 WIB
Industri Perhotelan Optimistis Okupansi Tetap Tinggi hingga Akhir 2025
ILUSTRASI. Pengusaha yang juga Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani di Jakarta (2/4/2025). 


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri perhotelan menatap optimistis sisa tahun ini, seiring momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang diperkirakan kembali mendorong peningkatan permintaan kamar.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, periode akhir tahun selalu menjadi momentum penting bagi industri hotel untuk menjaga tingkat hunian tetap tinggi.

“Proyeksi industri perhotelan untuk musim libur akhir tahun sangat optimistis, dengan harapan kenaikan tingkat hunian signifikan karena puncak liburan dan arus wisatawan domestik maupun internasional,” ujarnya kepada Kontan, Senin (13/10/2025).

Baca Juga: REI Optimistis Industri Hotel Bisa Bangkit Meski Okupansi Masih Turun

Hariyadi mengungkapkan, salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menerapkan dynamic pricing, yakni penyesuaian tarif kamar mengikuti tren permintaan harian dan menjelang puncak liburan.

“Kami juga menerapkan diskon yang strategis untuk menjaga kestabilan dan peningkatan tingkat okupansi,” kata Hariyadi.

Selain itu, hotel-hotel juga menyiapkan paket kamar dengan makan malam khusus tahun baru, acara hiburan, serta aktivitas keluarga yang menarik.

Baca Juga: Ada Peningkatan Aktivitas Bisnis, Hotel di Jakarta Mulai Tunjukkan Pemulihan Okupansi

“Strategi ini diharapkan dapat mendorong tamu menginap lebih lama,” kata Hariyadi

Hariyadi menjelaskan, tingkat okupansi hotel sepanjang kuartal ketiga turut mengalami lonjakan, didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, momentum liburan sekolah, serta musim puncak perjalanan internasional (peak season).

Baca Juga: Pendapatan Anjlok Hingga 50%, Industri Perhotelan Menanti Stimulus Pasar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×