kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini harapan bos Perumnas buat presiden terpilih


Senin, 21 Juli 2014 / 14:13 WIB
ILUSTRASI. 4 Cara Mengajarkan Anak Menjadi Sosok Pendengar yang Baik.


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Persoalan pemenuhan kebutuhan rumah dengan permintaan akan rumah adalah hal klasik yang sulit diatasi. Tengok saja catatan Perum Perumnas. Perumnas mencatat kebutuhan atau permintaan akan rumah sekitar 800 ribu unit per tahun. Sementara pasokan perumahan dari pengembang hanya 15 ribu unit per tahun.

"Nah, artinya adalah akar persoalan ada di suplai akan rumah. Presiden terpilih beserta kabinetnya harus punya komitmen atasi backlog itu," kata Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto, Jumat (18/7).

Dia menambahkan, presiden terpilih beserta pemerintahan yang baru nanti harus menunjukkan pollitical will yang berpihak pada perumahan untuk rakyat. Salah satunya adalah dengan menjamin ketersediaan lahan.

"Lahan adalah bahan dasar utama dalam membangun perumahan. Sekarang ini di kota besar sudah sulit mencari lahan. Maka itu, perlu ada skema penyediaan lahan yang jelas," katanya.

Terkait dengan Perumnas, pihaknya hanya meminta agar pemimpin Indonesia yang baru senantiasa mendukung program kerja Perumnas untuk menyediakan rumah murah.

Asal tahu saja, hingga kini pembangunan perumahan dan permukiman di Indonesia sudah mencapai 400 lokasi pada 187 kota. Saat ini pembangunan difokuskan di luar Jakarta, seperti Depok, Bekasi, Antapani-Bandung, Panakukang-Makasar dan kota-kota lainnya. "Pertumbuhan properti nasional dalam lima tahun terakhir rata-rata 21%," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×