Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) masih mengandalkan pasar ekspor sebagai kontributor utama pendapatan.
Pada tahun ini, WOOD ingin menangkap peluang dari pertumbuhan permintaan di Amerika Serikat (AS) sembari melanjutkan strategi diversifikasi pasar ekspor.
Investor Relations Integra Indocabinet, Ravenal Arvense belum membeberkan secara rinci capaian kinerja WOOD sepanjang tahun lalu. Dia hanya memberikan gambaran, pasar ekspor tetap menjadi kontributor utama pendapatan WOOD, dengan komposisi yang relatif konsisten, yakni lebih dari 90%.
Pasar AS masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 80%. "Pasar AS adalah pasar terbesar di dunia untuk furniture & building components berbasis kayu, bahkan lebih besar dibandingkan gabungan empat negara terbesar lainnya," kata Ravenal kepada Kontan.co.id, Minggu (11/1/2026).
Baca Juga: Kinerja Integra Indocabinet (WOOD) Semester I-2025 Ditopang Ekspor Building Component
Ekspor produk manufaktur building component menjadi penopang utama bisnis WOOD. Hingga kuartal III-2025, ekspor building component WOOD tercatat senilai Rp 1,76 triliun. Jumlah itu setara dengan 81,86% dari total penjualan WOOD pada periode tersebut, yakni Rp 2,15 triliun.
Secara nilai, ekspor building component WOOD meningkat 18,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ravenal optimistis prospek bisnis WOOD tahun 2026 akan positif, terutama didorong oleh permintaan building components dari pasar perumahan AS yang mulai membaik.
Perbaikan permintaan di Negeri Paman Sam terjadi seiring penurunan suku bunga The Fed serta meningkatnya aktivitas konstruksi dan renovasi. Apalagi, produk building components Indonesia masih dikecualikan dari tarif AS berdasarkan Annex II.
Kondisi ini membuka ruang bagi WOOD untuk menangkap peluang dari pertumbuhan permintaan serta pergeseran pangsa pasar building components di AS.
Ravenal mengamini dinamika pasar global dan kebijakan perdagangan AS di bawah pemerintahan Donald Trump memang mendorong volatilitas dan penyesuaian rantai pasok global.
Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) Memperluas Pasar Ekspor
Tetapi, kondisi ini juga membuka peluang. Ravenal menyoroti Brasil sebagai eksportir building components terbesar ke AS saat ini dikenakan tarif impor hingga 50%. "Sementara produk building components Indonesia masih dikecualikan dari tarif AS," kata Ravenal.
Hanya saja, WOOD tetap memasang sikap waspada. Ravenal menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara optimalisasi pasar AS dan percepatan inisiatif diversifikasi guna memperkuat ketahanan dan keberlanjutan bisnis jangka panjang. Dus, pada tahun ini WOOD akan melanjutkan strategi diversifikasi.
Ekspansi ekspor WOOD lanjut menyasar pasar Eropa dan Timur Tengah, yang didukung oleh produk baru seperti flooring dan outdoor furniture.
"WOOD terus memperkuat inisiatif diversifikasi yang telah dimulai sejak tahun lalu, yang diharapkan memberikan kontribusi lebih besar pada 2026 dan memperluas sumber pertumbuhan Perseroan," terang Ravenal.
Laba Tumbuh Lebih Tinggi
Secara kinerja, Ravenal belum membuka target pendapatan dan laba bersih WOOD untuk tahun ini. Ravenal hanya menegaskan bahwa WOOD berharap dapat mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun lalu dengan mempertimbangkan perkembangan industri dan kondisi pasar saat ini.
Faktor pendorong utamanya adalah perbaikan bertahap pada pasar perumahan AS yang didukung penurunan suku bunga, serta kontribusi yang meningkat dari inisiatif diversifikasi produk dan pasar WOOD.
Dengan berbagai faktor tersebut, WOOD ingin mengerek laba bersih dengan level pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun ini.
Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) Raih Penjualan bersih Rp2,16 triliun pada Kuartal III-2025
"Secara keseluruhan, Perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan, didorong oleh peningkatan efisiensi operasional dan perbaikan margin, sehingga pertumbuhan laba bersih diharapkan melampaui pertumbuhan penjualan," terang Ravenal.
Tak hanya fokus di pasar ekspor, WOOD juga mengupayakan pengembangan di pasar domestik. Berbagai strategi tersebut akan didukung oleh rencana dan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang selektif dan terukur.
Namun, Ravenal belum membeberkan besaran capex yang bakal dikucurkan WOOD pada tahun ini. Dia hanya mengungkapkan bahwa capex WOOD tahun 2026 akan fokus pada peningkatan efisiensi dan produktivitas pabrik, pengembangan produk, serta mendukung inisiatif diversifikasi yang telah berjalan.
Selanjutnya: Perbedaan OPPO Reno15 dan OPPO Reno15 Pro: Cek Spesifikasi dan Harganya
Menarik Dibaca: 12 Kebiasaan di Malam Hari yang Bikin Susah Kurus, Apa Saja?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












