kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jangan lewatkan, pameran batu akik di Kemenperin


Selasa, 21 April 2015 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Rekomendasi saham pilihan untuk hari ini (9/11)


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kementerian Perindustrian menggelar pameran batu mulia bertajuk "Demam Batu" di Plaza Gedung Kementerian Perindustrian pada tanggal 21 April-24 April 2015. Pameran tersebut diikuti oleh sekitar 50 pelaku industri kecil menengah dari seluruh daerah di Indonesia tersebut, menghadirkan macam batu seperti Kalimaya, Black Opal, Jasper, Pancawarna, Kalsedon, King Safir, Bacan, Red Borneo, Kecubung dan lain-lain.

Saleh Husin, Menteri Perindustrian menuturkan pameran ini dalam rangka untuk menumbuhkan industri kreatif. "Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk batu mulia," ujar Saleh pada Selasa (21/4).

Ia juga melihat bahwa masyarakat sedang terpikat dengan berbagai macam jenis batu. "Batu mulia ini memikat banyak orang. Mereka menghabiskan waktu untuk mencari, merawat, mendiskusikan, dan membanggakan soal batu. Tidak terbatas tua muda, status sosial dan gender. Sebuah demam batu," ujar Saleh.

Euis Saedah, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian mengatakan pameran akan dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pada pukul 17.00 WIB. "Acara ini juga ada talkshow, kontes, sertifikasi soal batu," ujar Euis.

Ia mengatakan pameran ini dalam rangka mengakomodasi minat masyarakat akan batu. Di satu sisi, pelaku industri batu banyak yang merupakan IKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×