Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.606
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS660.000 0,61%

Kemdag gelar lokakarya untuk produsen kopi di Tana Toraja

Selasa, 09 Oktober 2018 / 17:47 WIB

Kemdag gelar lokakarya untuk produsen kopi di Tana Toraja
ILUSTRASI. Biji kopi

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing komoditas kopi premium Indonesia yang berorientasi ekspor, salah satunya kopi Toraja.

Untuk itu, Kemendag menyelenggarakan lokakarya dengan tema ‘Strategi Pemasaran dan Peningkatan Daya Saing Kopi Toraja di Pasar Ekspor’ di Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Tengah, pada Kamis, (27/9).

“Lokakarya ini sebagai bentuk perhatian pemerintah agar kopi Toraja tetap bersaing di pasar dunia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda.

Arlinda menjelaskan, kopi Toraja merupakan salah satu produk ekspor unggulan Indonesia yang telah mendapat pengakuan dunia akan keistimewaan yang dimilikinya, baik citarasa, maupun cerita di balik produksi kopinya.

Kopi Toraja dikenal rasanya yang bersih dan secara umum memiliki citarasa rempah-rempah atau kacang-kacangan, seperti kayu manis dan kapulaga.

Namun demikian, meskipun sudah dikenal baik di luar negeri, kopi Toraja masih menghadapi beberapa tantangan dalam segi kualitas dan strategi pemasaran.

Berdasarkan data perdagangan, ekspor kopi Indonesia ke dunia terus mengalami peningkatan, akan tetapi ekspor kopi dari Tana Toraja justru mengalami penurunan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017.

Tana Toraja saat ini dikenal sebagai penghasil kopi perlu didorong agar tumbuh menjadi daerah industri kopi yang dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dalam negeri.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, dan menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tana Toraja, perwakilan Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, dan tenaga ahli kopi dari Indonesia-Canada Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project.

Acara ini dihadiri kurang lebih 60 peserta yang terdiri dari petani, pengolah, kelompok usaha desa (KUD), dan perusahaan kopi.

Pada kegiatan ini narasumber menyampaikan perkembangan sektor kopi premium Indonesia dan posisinya di pasar global, praktik pengolahan kopi pascapanen, dan peluang ekspor kopi premium di pasar Kanada.

Dalam lokakarya tersebut didapati hal-hal yang mempengaruhi rendahnya kualitas kopi Toraja antara lain kebun kopi petani bercampur dengan komoditas lain (kebun heterogen), petani cenderung enggan mengganti tanaman tua dengan tanaman yang baru dan penanganan pascapanen di tingkat petani yang masih bersifat tradisional.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0539 || diagnostic_web = 0.3801

Close [X]
×