Sumber: TribunNews.com | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan industri semikonduktor di Indonesia masih terkendala keterbatasan kemampuan desain chip dan minimnya sumber daya manusia (SDM) dengan keahlian khusus.
Padahal, penguasaan teknologi chip menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi dari luar negeri.
Penguatan kemampuan dalam negeri pun menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Peruri Digital Summit 2026 yang digelar di Jakarta pada 21–22 Oktober 2026.
Forum tersebut membahas kesiapan infrastruktur, pengembangan keahlian desain chip, hingga kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional.
Baca Juga: Desain Chip Jadi Jalan Indonesia Masuk Industri Semikonduktor Global
Direktur Digital Business Peruri Edwin Purwandesi mengatakan, pengembangan industri semikonduktor membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pelaku industri, akademisi, dan talenta teknologi dalam negeri.
“Pengembangan teknologi semikonduktor merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi nasional,” ujar Edwin.
Menurut dia, penguasaan teknologi saja tidak cukup. Indonesia juga perlu memperkuat kompetensi SDM, menyediakan infrastruktur pengembangan, serta membangun kolaborasi berkelanjutan antara industri dan akademisi.
Salah satu upaya yang diperkenalkan dalam forum tersebut adalah inisiatif Sandbox Chip Merah Putih.
Melalui sesi masterclass semikonduktor, Adi Saputra dari Peruri memaparkan tahapan pengembangan chip, mulai dari penyusunan rancangan awal, pengujian dan validasi teknologi, hingga persiapan produksi skala industri.
Pengembangan tersebut memanfaatkan teknologi Agentic AI dan perangkat lunak open-source untuk membantu proses perancangan serta pengujian chip.
Baca Juga: Industri Semikonduktor Diperkuat, Akses Desain Chip Kini Kian Terbuka
Pendekatan kolaboratif juga diterapkan untuk mempercepat pengembangan teknologi tersebut.
Untuk memperluas akses pembelajaran desain chip, Peruri turut menghadirkan platform chip.peruri.co.id.
Melalui platform berbasis browser ini, mahasiswa, akademisi, dan talenta teknologi dapat mempelajari, merancang, serta menguji sirkuit digital secara langsung.
Selain kemampuan desain, pemilihan arsitektur prosesor juga menjadi bagian penting dalam pengembangan chip.
Eko Fajar N. dalam forum tersebut menjelaskan sejumlah pertimbangan dalam menentukan arsitektur prosesor, antara lain kinerja, efisiensi daya, dan kesesuaian dengan kebutuhan penerapan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Peruri berupaya memperluas keterlibatan talenta lokal dalam pengembangan semikonduktor.
Baca Juga: Kemenperin Tolak Batas Tar & Nikotin Baru, Khawatir Industri Kretek Tertekan
Penguatan kemampuan desain chip dan pengembangan SDM diharapkan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk membangun ekosistem teknologi chip yang lebih mandiri.
Sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/7908503/pengembangan-industri-semikonduktor-ri-hadapi-kendala-kurangnya-sdm-dengan-keahlian-khusus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
