kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.005   42,00   0,23%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

KKP kembangkan eceng gondok untuk pakan ikan


Selasa, 28 Juli 2015 / 17:25 WIB


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Demi mencapai target peningkatan produksi perikanan budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serius mengembangkan pakan ikan mandiri melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari). Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Saat ini, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi mulai mengembangkan pakan ikan mandiri dengan harga cukup terjangkau, yaitu Rp 5.000 per kilogram (kg) untuk budidaya lele, nila, dan patin.

BBPBAT Sukabumi juga telah mengembangkan eceng gondok sebagai bahan baku pengganti dedak. "Eceng gondok yang selama ini menjadi masalah dapat dimanfaatkan sebagai pengganti dedak karena ternyata setelah dibuat tepung, kadar proteinnya hampir sama dengan dedak halus yaitu 12,51%," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Subjakto, Selasa (28/7).

Apalagi harga eceng gondok jauh lebih murah. Saat ini harga dedak di pasaran sekitar Rp 4.000 per kg, sementara tepung eceng gondok hanya sekitar Rp 1.000 per kg.

KKP menargetkan, produksi perikanan budidaya mencapai 17,9 juta ton tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan 4,9 juta ton pakan ikan/udang, di mana 60% di antaranya untuk budidaya ikan air tawar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×