kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

KKP kembangkan eceng gondok untuk pakan ikan


Selasa, 28 Juli 2015 / 17:25 WIB


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Demi mencapai target peningkatan produksi perikanan budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serius mengembangkan pakan ikan mandiri melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari). Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Saat ini, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi mulai mengembangkan pakan ikan mandiri dengan harga cukup terjangkau, yaitu Rp 5.000 per kilogram (kg) untuk budidaya lele, nila, dan patin.

BBPBAT Sukabumi juga telah mengembangkan eceng gondok sebagai bahan baku pengganti dedak. "Eceng gondok yang selama ini menjadi masalah dapat dimanfaatkan sebagai pengganti dedak karena ternyata setelah dibuat tepung, kadar proteinnya hampir sama dengan dedak halus yaitu 12,51%," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Subjakto, Selasa (28/7).

Apalagi harga eceng gondok jauh lebih murah. Saat ini harga dedak di pasaran sekitar Rp 4.000 per kg, sementara tepung eceng gondok hanya sekitar Rp 1.000 per kg.

KKP menargetkan, produksi perikanan budidaya mencapai 17,9 juta ton tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan 4,9 juta ton pakan ikan/udang, di mana 60% di antaranya untuk budidaya ikan air tawar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×