kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Konsumsi Domestik Jadi Andalan, Industri AMDK Siap Ekspansi pada 2026


Jumat, 09 Januari 2026 / 21:54 WIB
Konsumsi Domestik Jadi Andalan, Industri AMDK Siap Ekspansi pada 2026
ILUSTRASI. Konsumsi Domestik Jadi Andalan, Industri AMDK Siap Ekspansi pada 2026 (Dok/AMDATARA)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 yang berada di kisaran 5,0–5,4 persen menjadi sentimen positif bagi sektor manufaktur, termasuk industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Konsumsi domestik dinilai tetap menjadi penopang utama pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pemerintah melalui kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi sektor riil, serta keberlanjutan reformasi struktural. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penguatan permintaan domestik dan iklim investasi menjadi kunci menjaga momentum ekonomi nasional pada 2026.

Pandangan serupa disampaikan pelaku usaha. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 tetap berada di kisaran 5,0–5,4 persen. 

Menurut Apindo, konsumsi domestik masih akan menjadi motor utama, terutama pada periode awal tahun yang ditopang aktivitas ekonomi masyarakat dan momentum hari besar keagamaan.

Baca Juga: Begini Strategi CLEO Jaga Pasokan dan Distribusi AMDK Tetap Aman di Tengah Bencana

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai stabilitas makroekonomi yang terjaga akan memperkuat kepercayaan dunia usaha. Kadin optimistis pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dapat dicapai sepanjang 2026 jika sinergi kebijakan pemerintah dan pelaku usaha berjalan efektif.

Dalam konteks sektor riil, industri makanan dan minuman dipandang memiliki prospek yang relatif solid. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman menyebut permintaan produk makanan dan minuman masih tumbuh seiring peningkatan konsumsi serta kesadaran masyarakat terhadap kualitas dan keamanan produk.

Sebagai bagian dari subsektor tersebut, industri AMDK diperkirakan turut menikmati dampak positif pertumbuhan ekonomi. Kebutuhan masyarakat terhadap air minum yang aman, higienis, dan mudah diakses menjadi faktor struktural yang menopang permintaan jangka panjang.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara (AMDATARA) Karyanto Wibowo menilai 2026 akan menjadi fase penting bagi industri AMDK nasional. 

"Pertumbuhan ekonomi yang stabil perlu diimbangi dengan peningkatan efisiensi produksi, penguatan rantai pasok, serta inovasi produk agar industri AMDK tetap berdaya saing,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).

Karyanto menambahkan, AMDATARA dibentuk untuk memperkuat konsolidasi pelaku usaha di industri air kemasan. Asosiasi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi produsen sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong industri yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Aspadin Pastikan Industri AMDK Patuhi Regulasi Pemanfaatan Air Tanah

Dari sisi kebijakan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri makanan dan minuman merupakan tulang punggung industri pengolahan nonmigas. Pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas produksi, penerapan standar mutu, serta transformasi industri berkelanjutan.

Secara historis, industri AMDK menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dalam satu dekade terakhir, didorong pertumbuhan penduduk, urbanisasi, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya akses air minum aman. 

Pada 2025, industri AMDK tercatat memiliki sekitar 707 pabrik dengan kapasitas terpasang sekitar 47 miliar liter per tahun, tingkat utilisasi di atas 70%, serta menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung.

Daya saing industri didukung penerapan standar mutu dengan 1.348 sertifikat SNI aktif, kontribusi ekspor yang mulai meningkat, serta langkah awal transformasi menuju Industri 4.0. Ke depan, isu keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan pengelolaan sumber daya air menjadi faktor krusial untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Baca Juga: BPKN Telusuri Polemik Sumber Air Perusahaan AMDK, Ini Hasilnya

Selanjutnya: IHSG Ditutup di Level 8.936, Intip Saham Net Buy Terbesar Asing di Akhir Pekan

Menarik Dibaca: 5 Makanan Sehari-hari yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×