kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kontraktor migas bebas dari PPh Pasal 22


Kamis, 09 Maret 2017 / 18:54 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.010/2017 yang mengecualikan penunjukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sebagai pemungut pajak penghasilan (PPh) Pasal 22. PPh Pasal 22 adalah pajak yang harus dibayar badan usaha karena aktivitas perdagangan.

Menurut Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Goro Ekanto, alasan pengecualian ini adalah untuk menjaga pasokan kebutuhan bahan baku minyak dalam negeri. “Karena ada kewajiban menjual bagian minyak KKKS untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dulu,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (9/3)

Selain itu, Goro mengatakan dalam PMK 34 ini Kemenkeu juga menyesuaikan kode HS atau tarif preferensi dari 10 digit menjadi 8 digit dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.010/2017. “Untuk menyesuaikan kode HS Asean dari 10 digit menjadi 8 digit yang mulai berlaku 2017,” katanya.

Terpisah, Direktur P2 Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengatakan, pengecualian untuk industri migas dari PPh Pasal 22 adalah untuk memberikan keringanan kepada pelaku industri. “Ini untuk mendorong industrinya,” kata Hestu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×