kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.050   54,00   0,32%
  • IDX 6.971   -55,78   -0,79%
  • KOMPAS100 962   -8,99   -0,93%
  • LQ45 705   -9,96   -1,39%
  • ISSI 250   -1,18   -0,47%
  • IDX30 387   -2,03   -0,52%
  • IDXHIDIV20 481   -2,12   -0,44%
  • IDX80 108   -1,28   -1,17%
  • IDXV30 132   -0,80   -0,60%
  • IDXQ30 126   -0,93   -0,73%

Kran ekspor kayu bulat bakal ganggu industri mebel


Selasa, 21 November 2017 / 21:48 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha mebel angkat bicara atas rencana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang membuka kran ekspor kayu bulat. Kebijakan itu bakal berimplikasi pada industri mebel.

"Pasokan bahan baku akan berkompetisi dengan para trader kayu yang ingin jalan pintas dengan ekspor kayu bulat," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Bahan Baku, Himpinan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Andang Wahyu Triyanto kepada Kontan.co.id, Selasa (21/11).

Hal tersebut akan mempengaruhi perkembangan industri mebel di Indonesia. Andang bilang ekspor kayu bulat bertentangan dengan semangat pengembangan industri hilir. Industri hilir yang dimaksud adalah industri mebel dan kerajinan.

Penambahan nilai dinyatakan perlu guna meningkatkan pendapatan nasional. Dibukanya ekspor juga merendahkan semangat penambahan nilai bagi produk perhutanan. "Seharusnya semangat penambahan nilai atas produk hasil hutan kita tetap dijaga," tegas Andang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×