kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.161   14,00   0,08%
  • IDX 5.356   -17,45   -0,32%
  • KOMPAS100 697   0,53   0,08%
  • LQ45 542   -0,28   -0,05%
  • ISSI 183   -0,63   -0,34%
  • IDX30 304   -0,46   -0,15%
  • IDXHIDIV20 403   1,39   0,35%
  • IDX80 80   0,09   0,11%
  • IDXV30 113   1,37   1,23%
  • IDXQ30 101   0,03   0,03%

Memasuki semester II 2020, proyek kereta cepat Jakarta - Bandung sudah mencapai 60%


Rabu, 02 September 2020 / 17:35 WIB
ILUSTRASI. Suasana peletakan girder di casting yard 1 proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, di sisi KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/9/2020). KONTAN/Amalia Nur Fitri


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo

Chandra berkata, pembangunan 10 terowongan lainnya, masih berjalan hingga kini. "Tahun ini ada dua lagi tunnel yang tembus, yaitu 3 dan tunnel 5. Anda tahu juga tunnel yang pakai alat khusus TBM (Tunnel Boring Machine) di Halim itu kira-kira progresnya sudah 60%. Tinggal kita teruskan lagi sebentar lagi keluar (tembus)," jelasnya.

Untuk pendanaan, PT KCIC masih merogoh dana sebesar 25% dari pembiayaan ekuitas dan pinjaman (loan) sebesar 25%, sampai saat ini pihaknya sendiri sudah berhasil mencairkan pinjaman sampai 54% atau setara US$ 4,5 miliar. Chandra berkata, pada September ini pihaknya akan menerima lagi setoran ekuitas.

Baca Juga: Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, KCIC pasang box girder di atas Tol Cikarang

"Pendanaan dari equity (ekuitas) sebesar 54%, sudah cair dan di bulan ini ada setoran lagi, begitu masuk ada lagi pinjaman (loan) yang dicairkan, nilainya US$ 4,5miliar. Sedangkan total investasi proyek ini sebesar US$6.701 miliar," jelasnya.

Sebagai informasi, skema pendanaan KCIC sebesar 75% dari pendanaan CDB. Sementara sisanya atau 25% ditanggung oleh ekuitas pemegang saham KCIC yakni PSBI dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Adapun sebesar 60% saham KCIC dipegang oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PTPN VIII, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Sedangkan 40% sisanya dipegang Beijing Yawan HSR. "Mayoritas dana digunakan untuk pembayaran kontraktor. Ini dilakukan agar proyek tetap berjalan lancar," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×