kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Menakar keputusan PGN mengakuisisi Pertagas


Senin, 15 Januari 2018 / 23:37 WIB
ILUSTRASI. PASOKAN GAS PLTG TALANG DUKU dari PGN


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Yudho Winarto

Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute menyebut rencana akuisisi Pertagas oleh PGN memang umum dilakukan mengingat aset PGN berdasarkan laporan keuangannya lebih besar dibandingkan Pertagas.

Biarpun begitu, Komaidi mengingatkan agar Pertagas tidak perlu resistensi terhadap rencana tersebut. "Dalam hal ini saya kira rekan-rekan Pertagas perlu melihat rumah besarnya yaitu tetap Pertamina Persero," ujar Komaidi.

Dengan akuisisi Pertagas, kinerja keuangan PGN pun akan membaik. Akhirnya pun akan membawa keuntungan bagi perseroan. "Seharusnya (bottomline) akan membaik. Mengingat ada sinergi infrastruktur (aset)," imbuhnya.

Rencana pemerintah untuk mengintegrasikan PGN dan Pertagas melalui skema akuisisi dan menjadikan Pertamina sebagai induk ternyata tidak lantas membuat struktur organisasi PGN berubah.

Fajar menyebut anak usaha PGN, Saka Energi Indonesia, tetap di bawah PGN. "Semua masih tetap," kata Fajar.

Sebelumnya ada wacana dengan pembentukan holding migas, maka Saka Energi yang bergerak di sektor hulu migas akan masuk ke Pertamina hulu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×