kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Menakar keputusan PGN mengakuisisi Pertagas


Senin, 15 Januari 2018 / 23:37 WIB
Menakar keputusan PGN mengakuisisi Pertagas
ILUSTRASI. PASOKAN GAS PLTG TALANG DUKU dari PGN


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Yudho Winarto

Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute menyebut rencana akuisisi Pertagas oleh PGN memang umum dilakukan mengingat aset PGN berdasarkan laporan keuangannya lebih besar dibandingkan Pertagas.

Biarpun begitu, Komaidi mengingatkan agar Pertagas tidak perlu resistensi terhadap rencana tersebut. "Dalam hal ini saya kira rekan-rekan Pertagas perlu melihat rumah besarnya yaitu tetap Pertamina Persero," ujar Komaidi.

Dengan akuisisi Pertagas, kinerja keuangan PGN pun akan membaik. Akhirnya pun akan membawa keuntungan bagi perseroan. "Seharusnya (bottomline) akan membaik. Mengingat ada sinergi infrastruktur (aset)," imbuhnya.

Rencana pemerintah untuk mengintegrasikan PGN dan Pertagas melalui skema akuisisi dan menjadikan Pertamina sebagai induk ternyata tidak lantas membuat struktur organisasi PGN berubah.

Fajar menyebut anak usaha PGN, Saka Energi Indonesia, tetap di bawah PGN. "Semua masih tetap," kata Fajar.

Sebelumnya ada wacana dengan pembentukan holding migas, maka Saka Energi yang bergerak di sektor hulu migas akan masuk ke Pertamina hulu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×