kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.918   48,00   0,27%
  • IDX 5.676   -144,30   -2,48%
  • KOMPAS100 733   -18,90   -2,51%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,31   -2,14%
  • IDX30 318   -7,50   -2,31%
  • IDXHIDIV20 392   -8,80   -2,19%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,90   -1,75%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Mentan akan kaji permintaan impor daging ayam


Selasa, 17 Mei 2016 / 17:09 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) akan mempertimbangkan usulan Menteri Perindustrian Saleh Husin untuk membuka keran impor unggas jenis daging dekat tulang atau mechanically deboned meat (MDM). MDM merupakan salah satu bahan baku produk olahan seperti sosis dan nugget.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kementerian Perindustrian untuk mengkaji apakah perlu tidaknya membuka keran impor MDM seperti yang diharapkan Kemperin. "Akan kami pertimbangkan dan berkoordinasi dulu," ujar Amran saat ditemui di Balai Kartini, Selasa (17/5).

Kendati begitu, Amran menolak menjelaskan lebih lanjut apa saja hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan dan kebijakan terkait impor MDM. Ia hanya mengatakan akan membicarakan lebih lanjut terkait hal ini.

Namun, apabila melihat kebijakannya selama ini, Amran memang tidak suka membuka keran impor. Malah produk-produk yang selama ini impor ditutup dan dibatasi. Karena itu, kecil kemungkinan Mentan akan merestui permintaan ini.

Sebelumnya, Menperin Saleh mengatakan ketersediaan MDM yang dihasilkan produsen dalam negeri sangat kurang. Harga MDM yang dihasilkan dari dalam negeri pun jauh lebih mahal dibandingkan dari Belanda. Kalau di Indonesia harga MDM antara Rp 17.000-Rp 18.000 per kilogram (kg). Sementara, kalau diimpor dari Belanda, harganya hanya Rp 8.000-Rp 10.000 per kg.

Saleh mengatakan, memang beberapa waktu lalu ada penataan yang dilakukan Kemtan terkait impor MDM. Akibatnya, hanya beberapa perusahaan pengolahan besar yang menguasai pasokan MDM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×