kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.907   -32,00   -0,18%
  • IDX 6.403   59,46   0,94%
  • KOMPAS100 845   11,84   1,42%
  • LQ45 640   9,46   1,50%
  • ISSI 221   1,99   0,91%
  • IDX30 360   5,27   1,49%
  • IDXHIDIV20 438   5,14   1,19%
  • IDX80 96   1,40   1,48%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,45   1,29%

MRCCC Siloam Semanggi Tambah Empat Teknologi Berbasis AI untuk Penanganan Kanker


Jumat, 07 Agustus 2026 / 13:49 WIB
MRCCC Siloam Semanggi Tambah Empat Teknologi Berbasis AI untuk Penanganan Kanker
ILUSTRASI. MRCCC Siloam Semanggi (Dok/MRCCC Siloam Semanggi )


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di sektor kesehatan terus berkembang seiring upaya meningkatkan kualitas layanan medis. Sejumlah rumah sakit mulai memperkuat fasilitas dan teknologi untuk mendukung penanganan berbagai penyakit, termasuk kanker.

Salah satunya dilakukan MRCCC Siloam Semanggi yang menghadirkan empat teknologi pencitraan dan intervensi guna mendukung proses deteksi, diagnosis, penentuan stadium penyakit, perencanaan terapi, hingga evaluasi hasil pengobatan kanker.

Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan mengatakan, investasi teknologi bertujuan mendukung ketepatan diagnosis dan terapi bagi pasien.

Perjalanan pasien kanker dimulai dari diagnosis yang tepat. Semakin akurat informasi yang diperoleh dokter sejak proses diagnosis, semakin besar peluang pasien mendapatkan terapi yang sesuai.

"Maka, kami terus berinvestasi pada teknologi yang mendukung pengambilan keputusan klinis secara lebih presisi agar setiap inovasi  memberikan manfaat nyata bagi pasien," ujar Tries, dalam keterangannya, Rabu (5/8). 

Empat teknologi meliputi uMI Panvivo PET/CT, Symbia Pro.specta Q3 SPECT/CT, Spectral CT 7500 dan uAngio AVIVA Intelligent Angiography System.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Harga Indeks Pasar Biodiesel Rp 14.924 per Liter pada Agustus

Masing-masing memiliki fungsi berbeda. Mulai membantu deteksi dini kanker, mengevaluasi penyebaran penyakit, menganalisis karakteristik jaringan, hingga mendukung tindakan intervensi minimal invasif.

Direktur Hospital MRCCC Siloam Semanggi, dr. Adityawati Ganggaiswari mengatakan, kehadiran uMI Panvivo PET/CT turut meningkatkan efisiensi pemeriksaan bagi pasien.

"Selain menghasilkan pencitraan berkualitas tinggi, uMI Panvivo PET/CT mendukung proses pemeriksaan yang lebih efisien melalui waktu pemindaian yang lebih singkat, sehingga pasien dapat menjalani pemeriksaan dengan lebih nyaman," jelasnya.

Selain mendukung diagnosis kanker, layanan intervensi juga dinilai penting karena pasien kanker memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.

Studi Johns Hopkins University pada tahun 2020 menunjukkan, penyintas kanker memiliki risiko 42% lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular dan 59% lebih tinggi mengalami gagal jantung dibandingkan populasi tanpa riwayat kanker.

Menurut Adityawati, layanan kanker modern tidak hanya berfokus pada pengobatan kanker, tetapi juga penanganan penyakit penyerta yang dapat memengaruhi keberhasilan terapi.

"Teknologi ini mendukung berbagai prosedur secara lebih presisi sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih aman dan komprehensif," katanya.

Tries menegaskan, teknologi berfungsi sebagai alat bantu bagi tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis. "Teknologi merupakan alat bantu bagi dokter untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×