kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Pekerja minta hilangkan diskriminasi bagi buruh terdampak COVID-19


Selasa, 05 Mei 2020 / 19:44 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memproduksi rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) secara manual di pabrik rokok PT Praoe Lajar yang menempati bekas kantor perusahaan listrik swasta Belanda NV Maintz & Co, di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Senin (19/8/2019). Kementerian Per


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Terpisah Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio menyampaikan bahwa di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), masyarakat tidak hanya diwajibkan untuk memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya namun harus menerapkan protokol kebersihan pada barang konsumsi, termasuk produk makanan dan kemasannya.

"Pastikan mencuci tangan sebelum memproses makanan atau bahan makanan dan apapun yang masuk mulut, termasuk rokok dan permen. Semua orang dan benda yang berada di tempat umum berpotensi tercemar. Intinya adalah kebersihan diri, termasuk makanan," ujarnya.

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 melambat, begini strategi Kemenkeu

Senada dengan Joko, Sekretaris Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (RTMM) Jawa Timur Santoso mengatakan buruh yang positif COVID-19 juga mengalami dampak sosial yang sangat besar.

“Kami mendengar bahwa sebagian buruh yang diduga positif COVID-19 dan yang sudah positif banyak yang dirundung bahkan diusir dari lingkungannya,” ujarnya.

Dia mengajak pemerintah dan masyarakat untuk lebih berempati kepada buruh karena situasi pandemi sangat berdampak pada buruh secara sosial dan ekonomi.

“Kami mengajak seluruh anggota federasi dan masyarakat untuk memberikan motivasi dan membesarkan hati pada buruh yang terdampak COVID-19. Jika stigma ini terus berlanjut, maka akan semakin memperkeruh suasana,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×