kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Pemerintah gelar tender sistem transaksi tol non-tunai nirsentuh berbasis MLFF


Minggu, 12 Juli 2020 / 23:37 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah kendaraan roda empat memasuki gerbang tol Cililitan, Jakarta, Selasa (31/10). Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bekerja sama dengan perbankan dan Bank Indonesia resmi memberlakukan secara serentak penerapan 100% elektronifikasi p


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kembali berencana mengadakan pengadaan badan usaha pelaksana untuk mendesain, membangun, mendanai, mengoperasikan, dan memelihara sistim transaksi tol non-tunai nirsentuh berbasis multi-lane free flow (MLFF).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit menyebutkan, pelelangan tersebut saat ini memasuki proses prakualifikasi. Sayangnya, ia belum membeberkan peminatnya.

"Harus menunggu hasil prakualifikasi," ujarnya kepada kontan.co.id, Minggu (12/7). Lanjutnya, yang jelas pemenang tender dipastikan sudah ada saat akhir tahun nanti.

Berdasarkan dokumen yang diterima kontan.co.id, maksud dan tujuan dari proyek ini untuk menyediakan layanan pengumpulan tol dengan sistem yang mendukung berbagai solusi pengumpulan tol dalam satu platform tunggal.

Baca Juga: Proyek Jalan Tol Trans Sumatra dinilai tidak layak secara finansial

Sistem ini juga akan dapat memberikan dukungan penegakan hukum yang efisien dengan secara bertahap membuat database dan registrasi yang diperlukan untuk kepastian hukum apabila terjadi pelanggaran.

Melalui proyek tersebut, pemerintah berharap salah satunya dapat menghilangkan antrean di gerbang tol sehingga mampu meningkatkan rata-rata waktu tempuh.

Adapun nilai dari proyek tersebut mencapai Rp 4,35 triliun. Danang memaparkan investasi tersebut mencakup infrastruktur dan sistem transaksi.

Ia juga memastikan untuk lembaga perbankan yang sebelumnya telah menjadi pengelola gerbang e-toll juga masih dapat berpartisipasi dalam proyek ini. "Bank penerbit e-toll payment masih bisa berpartisipasi sebagai penyedia sumber dana pembayaran," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×