kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.823   -5,00   -0,03%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Pemerintah Mulai Was-was Ekspor Kian Anjlok


Jumat, 26 September 2008 / 21:15 WIB
Pemerintah Mulai Was-was Ekspor Kian Anjlok
ILUSTRASI. Penerapan social distancing di kantor cabang BCA.


Reporter: Nurmayanti | Editor: Test Test

JAKARTA. Ambruknya industri finansial di Amerika Serikat (AS) membuat pemerintah kian waspada. Pemerintah khawatir krisis yang melanda Negeri Paman Sam itu bakal mempengaruhi aktivitas perdagangan Indonesia di pasar ekspor.

Karena itu, Departemen Perdagangan  (Depdag) pun gencar menggelar rapat koordinasi dengan jajarannya di dalam, dan luar negeri. Selama sepekan ini, misalnya, Depdag rutin rapat dengan Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara Eropa, Amerika dan Kanada.

Rapat itu banyak membahas upaya mengantisipasi dampak krisis keuangan AS terhadap perekonomian Indonesia. "Kami tengah mencari solusi untuk meningkatkan ekspor non migas di tengah lesunya perekonomian dunia sekarang ini," kata Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Depdag, Syahrul Sampurna Jaya, saat dihubungi di Spanyol, Jumat (26/9).

Syahrul mengakui, krisis di AS berpotensi menurunkan ekspor Indonesia. Pasalnya, krisis keuangan di AS menjalar dengan cepat ke negara lain seperti Rusia, Jepang, dan Eropa.

Tentunya, Indonesia juga tak luput terkena imbasnya. Krisis keuangan global dipicu oleh berjatuhannya saham unggulan di AS serta kejatuhan lembaga asuransi terbesar dunia Lehman Brothers. "Karena itu, perlu cepat-cepat diantisipasi," ucap Syahrul.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto mengatakan, selain menurunkan ekspor Indonesia ke luar negeri, krisis keuangan global juga membuat nilai tukar rupiah melemah dan suku bunga kredit terus naik. "Akhirnya perekonomian nasional akan melambat," ujarnya, Jumat (26/9).

Menurut Djimanto, pemerintah harus mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi memburukanya perekenomian AS tersebut. Caranya, dengan membentengi pasar domestik dari serbuan produk impor. "Jadi, ketika sulit ekspor, produk yang dihasilkan di dalam negeri biar membanjiri pasar domestik," kata Djimanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×