kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pencemaran ancam budidaya ikan di Pantura


Kamis, 30 September 2010 / 15:50 WIB
Pencemaran ancam budidaya ikan di Pantura


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Tingginya tingkat pencemaran laut di pesisir pantai pantura berdampak pada penurunan produksi perikanan budidaya di sepanjang pantai utara (Pantura) pulau Jawa. Syamsudin, Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Perikanan (KKP) menyatakan, dampak pencemaran tersebut membuat produksi perikanan menurun.

“Masalah lingkungan dan penceraman ini menjadi kekhawatiran di tambak,” kata Syamsusdin di Jakarta, Kamis (30/9). Ia menyebutkan, banyak pemilik tambak maupun pembudidaya rumput laut mengeluh karena mengalami penurunan produksi akibat terganggu dengan air laut yang tercemar. Sayangnya, Syamsudin tidak memerinci penurunan produksi perikanan budidaya.

Pencemaran di sepanjang pantai utara tidak hanya dilakukan oleh limbah industri tetapi juga limbah dari rumah tangga. Kondisi tersebut menurut Syamsuddin mesti menjadi perhatian bersama dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Pemerintah telah memiliki teknologi untuk mengurangi pencemaran yang terjadi di tambak dengan cara menerapkan teknologi probiotik. Namun, langkah itu hanya menyelesaikan masalah jangka pendek. “Sebaiknya ekosistem dan kelestarian lingkungan itu mesti dikembalikan,” harapnya.

Selain masalah pencemaran lingkungan, pembudidaya ikan dan udang baik di Pantura maupun di daerah lainnya banyak mengeluhkan soal keamanan. Seringkali, aktivitas pencurian terhadap hasil tambak terjadi, sehingga menyebabkan kerugian bagi pembudidaya. “Soal keamanan ini tidak bisa kami atasi, karena ini kewenangan aparat keamanan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×