kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pendapatan dan Laba Lotte Chemical Titan (FPNI) Menyusut pada Kuartal I-2023


Rabu, 26 April 2023 / 16:30 WIB
Pendapatan dan Laba Lotte Chemical Titan (FPNI) Menyusut pada Kuartal I-2023
ILUSTRASI. PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) perusahaan petrokimia yang bergerak dalam bidang produksi dan perdagangan produk Polyethylene dan Polypropylene. Dok FPNI


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) mencatatkan penurunan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$ 110,69 juta atau turun 19,50% year on year (yoy) pada kuartal I 2023. Pada kuartal I 2022, FPNI membukukan pendapatan senilai US$ 137,51 juta. 

Pada tiga bulan pertama di tahun ini, pendapatan dari pihak ketiga untuk produk Polyethylene senilai US$ 102,70 juta atau turun 17,69% yoy dari sebelumnya US$ 124,78 juta.

Kemudian pendapatan dari pihak berelasi untuk produk Polyethylene senilai US$ 7,77 juta atau turun 37,7% yoy dari sebelumnya US$ 12,49 juta. Kemudian setelah ditambah komisi senilai US$ 214 maka total jumlah pendapatan dari pihak berelasi senilai US$ 7,99 juta. 

Pada periode ini, Lotte Chemical Titan mencatatkan pendapatan ke PT Bukitmega Masabadi senilai US$ 20,5 juta atau 18,51% dari pendapatan bersih. 

Baca Juga: Kemenperin Mencatat Investasi Sektor Industri Petrokimia Mencapai US$ 50 Miliar

Pada kuartal I 2023, FPNI mencatatkan beban pokok penjualan (BPP) menurun 18,46% yoy dari sebelumnya US$ 130,35 juta menjadi US$ 106,42 juta. Hal ini karena terjadi penurunan nilai dari bahan baku yang digunakan hingga 16,93% menjadi US$ 92,83 juta. 

Meski BPP sudah berhasil turun signifikan, tetap saja laba kotor FPNI menurun hingga 40% yoy menjadi US$ 4,27 juta lantaran turunnya pendapatan. 

Namun demikian, setelah laba kotor dikurangi beban-beban dan pajak, Lotte Chemical Titan tetap mempertahankan keuntungan.

 

Pihaknya mencatatkan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$ 2,25 juta. Perolehan ini sejatinya turun 35,3% yoy dibandingkan kuartal I 2022 yang senilai US$ 3,48 juta. 

Manajemen FPNI menjelaskan salah satu risiko yang dihadapi Perusahaan ialah risiko harga terutama timbul dari selsih harga jual polyethylene dan harga bahan baku yaitu ethylene dan butene. 

Perubahan harga bahan baku ini sangat berdampak besar bagi kinerja Grup. Maka itu, pihaknya dari waktu ke waktu terus melakukan analisa optimalisasi terhadap volume produksi dan jenis produk untuk mengoptimalkan keuntungan. 

Baca Juga: Simak Prospek Saham Chemstar Indonesia (CHEM) Usai IPO




TERBARU

[X]
×