kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pengusaha keramik dorong KPPI masukan India ke dalam daftar safeguard


Senin, 12 Agustus 2019 / 06:11 WIB
ILUSTRASI. Industri keramik Indonesia tengah menghadapi banjir impor dari India.


Reporter: Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

Tanpa kebijakan safeguard akan sulit bagi keramik Indonesia bersaing dengan produk lain seperti bikinan China, India, Vietnam. Harga produk negara-negara tersebut murah karena industrinya didukung oleh negara melalui berbagai fasilitas produksi.

Melihat kondisi ini, Elisa memperkirakan industri keramik Indonesia akan berat hingga akhir tahun 2019 . Sebabnya, permintaan di dalam negeri belum sepenuhnya pulih, sementara produksi keramik tertekan oleh produk dari luar.

Walupun begitu, Elisa melihat ada upaya-upaya pemerintah untuk memperkuat permintaan keramik dengan mengoptimalkan sektor properti seperti proyek pembangunan perumahan dan penurunan suku bunga.

Sekadar tambahan informasi, selain serbuan impor keramik dari India, impor dari Vietnam tidak kalah membuat waspada. Keduanya kini tengah diajukan untuk segera tercatat ke dalam daftar negara yang dikenai safeguard.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×