kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.154   61,00   0,34%
  • IDX 4.931   -98,87   -1,97%
  • KOMPAS100 634   -13,69   -2,11%
  • LQ45 505   -8,76   -1,71%
  • ISSI 162   -4,37   -2,63%
  • IDX30 285   -4,36   -1,51%
  • IDXHIDIV20 385   -4,34   -1,11%
  • IDX80 73   -1,49   -1,99%
  • IDXV30 107   -1,38   -1,27%
  • IDXQ30 96   -1,34   -1,38%

Perpres EBT segera terbit, ini tanggapan pelaku usaha


Kamis, 06 Februari 2020 / 19:45 WIB
ILUSTRASI. Belied energi baru terbarukan segera keluar


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

Hal-hal tersebut antara lain seputar volume air yang dialirkan, kondisi geologi proyek serta seputar ketersediaan jaringan transmisi yang turut mempengaruhi cost.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa bilang skema staging 12 tahun pertama sejak beroperasinya pembangkit menguntungkan bagi pengusaha.

"Positif karena risiko gagal bayar kepada bank atau sponsor dapat diminimalkan," kata Fabby ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (6/2).

Baca Juga: API: Investor butuh kepastian harga jual listrik, menunjang keekonomian EBT

Kendati demikian Fabby mengingatkan, besaran tarif harus menarik sehingga dapat memberikan pengembalian investasi yang wajar bagi pengembang.

Fabby menilai, persoalan tarif bukan merupakan satu-satunya hambatan yang ada dalam upaya pengembangan EBT selama ini.

Menurutnya, pemerintah perlu menaruh fokus pada alokasi resiko pada Power Purchase Agreement (PPA).

"Jadi jika tarif dan alokasi resiko yang berimbang bisa diperbaiki pemerintah maka investor akan lebih tertarik berinvestasi," kata Fabby.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×