kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PLN Jadi Garda Terdepan Pengembangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen


Senin, 26 Februari 2024 / 08:07 WIB
PLN Jadi Garda Terdepan Pengembangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) milik PLN yang baru diresmikan di Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2024).


Sumber: TribunNews.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PLN Indonesia Power, perusahaan listrik negara, telah meluncurkan langkah strategis dengan membuka Hydrogen Refueling Station (HRS), stasiun pengisian bahan bakar hidrogen pertama di Indonesia yang terletak di kawasan Senayan, Jakarta. 

Langkah ini dilihat sebagai bagian dari peran PLN sebagai pelopor dalam menjalankan transisi energi di sektor otomotif.

Menurut Defiyan Cori, seorang pengamat ekonomi konstitusi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), langkah ini menandai komitmen PLN dalam mengembangkan energi bersih untuk mencapai target Indonesia Emas 2045. 

Baca Juga: Dirut PLN: Biaya Operasional Mobil Hidrogen Lebih Murah Ketimbang BBM

Dengan demikian, PLN telah mengubah orientasi dari gaya hidup yang mengandalkan energi masa lalu menuju gaya hidup futuristik yang berbasis sistem digital, serta ramah lingkungan dengan potensi pengurangan emisi gas rumah kaca.

Penggunaan HRS diperkirakan mampu mengurangi impor bahan bakar minyak sebanyak 1,59 juta liter per tahun dan mengurangi emisi sebesar 4,15 juta kilogram per tahun. 

Defiyan menekankan bahwa langkah-langkah terkait transisi energi ini bukan hanya sekadar upaya korporasi untuk meningkatkan kinerja BUMN, tetapi juga merupakan langkah penting dalam memanfaatkan sumber daya energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Baca Juga: PLN Indonesia Power Pamerkan Stasiun Pengisian Hidrogen Pertama di Indonesia

PLN juga telah menunjukkan komitmen yang kuat dengan merencanakan pembangunan Green Hydrogen Plant di 22 lokasi, membuktikan kesiapan mereka untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem energi baru terbarukan. 

HRS sendiri merupakan hasil dari hilirisasi Green Hydrogen Plant yang menggunakan residu dari berbagai sumber energi, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Defiyan menggarisbawahi bahwa PLN telah terlibat dalam berbagai inovasi dan pengembangan produk untuk mendukung ekosistem hidrogen dari hulu hingga hilir. 

Dia berharap PLN Indonesia Power terus berinovasi dalam menghadapi tantangan transisi energi, mengingat perusahaan ini telah lama menjadi pelopor dalam pengembangan energi hijau di Indonesia.

Baca Juga: PLN Mulai Operasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen Pertama di Indonesia

Terhadap target net zero emission, PLN Indonesia Power telah melakukan upaya konkret seperti pengembangan Energi Baru Terbarukan melalui proyek Hijaunesia serta penerapan cofiring biomass di PLTU secara masif. 

Semua langkah ini menunjukkan komitmen PLN untuk mengakselerasi transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat: PLN Jadi Garda Terdepan Pengembangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen, 
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Wahyu Gilang Putranto

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×