kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Proses safeguard, KPPI sulit dapat data perusahaan


Rabu, 18 Agustus 2010 / 14:22 WIB
Proses safeguard, KPPI sulit dapat data perusahaan


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Rupanya kesulitan untuk mencari bukti kerugian dari industri dalam negeri akibat naiknya impor produk tekstil seperti kain tenunan dari kapas dan benang kapas selain benang jahit juga dialami oleh Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia atau KPPI (Indonesian Safeguards Committee). Sebelumnya Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengeluhkan hal serupa.

“Masuknya data ke KPPI itu telat dan sangat tergantung dari kerjasama perusahaanya,” kata kata Sekretaris Eksekutif KPPI, Djoko Mulyono di Jakarta, Rabu (18/8).

Djoko menjelaskan, hanya beberapa perusahaan yang bisa diajak kerjasama. Sementara itu, KPPI kesulitan akses data produksi dari sejumlah perusahaan. Padahal, data produksi tersebut sangat penting dalam mengajukan safeguard, termasuk untuk menghitung kerugian akibat naiknya impor tersebut.

Layaknya domino, data kerugian tersebut juga diperlukan KPPI untuk menghitung besaran Bea Masuk Sementara terhadap kebijakan safeguard yang dikeluarkan. “Angka Bea Masuk Sementara itu diperoleh setelah menghitung adanya dampak kerugian,” jelas Djoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×